hero
Lokasi tempat pembunuhan. (NET/Theo)

EDITOR : REZA ADITYA

16 Desember 2016, 11:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Lia Aprilia tega membunuh anak kandungnya yang baru lahir. Perempuan berusia 20 tahun itu menikam belasan kali tubuh bayinya yang baru berusia sehari.

"Yang bersangkutan melakukan itu karena menahan malu terhadap anak kandungnya," kata Wakil Kepala Kepolisian Sektor Cengkareng, AKP Andika Urrasyidin, Jumat, 16 Desember 2016. "Karena anaknya itu hasil hubungan di luar nikah."

Peristiwa pembunuhan sadis itu terbongkar oleh kesaksian Rias Melati, yang juga teman kerja pelaku. Rias, kata Andika, melihat Lia sedang merintih kesakitan di dalam kamar mes tempat kerjanya.

Andika mengisahkan saat dihampiri Rias, tubuh Lia bersimbah darah. "Ternyata darah itu dari pelaku yang habis melahirkan," ujar Andika.

Ilustrasi pembunuhan anak. (NET.Z/Heriyanto)

 

Karena melihat darah yang begitu banyak, Rias kemudian membawa Lia ke rumah sakit terdekat dengan bantuan petugas sekuriti.  "Nah ketika itu juga ditemukan bayi dalam bungkusan plastik dan kain. Begitu dibuka, mayat bayi dalam kondisi memilukan."

Bayi nahas itu tewas dengan belasan luka tusuk di bagian dada dan perut. Andika mengatakan Lia sebelumnya sempat berbohong. "Dia bilangnya bayinya meninggal saat melahirkan."

Lia, yang berprofesi sebagai pelayan rumah makan salah satu restoran di Ruko Mutiara Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat itu, diduga dihamili kekasihnya. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan olah tempat kejadian perkara di ruko tempat Lia membunuh darah dagingnya. "Untuk sementara pelaku masih dirawat di Rumah Sakit Kramat Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

TEO HERNAR FANDI

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments