hero
Petugas halau warga keluar dari Gunung Botak. (NET\Bachtiar)

EDITOR : OCTOBRYAN

15 Desember 2016, 23:05 WIB

MALUKU, INDONESIA

Petugas gabungan dari Polisi, TNI, Satuan Pamong Praja Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Buru kembali menyisir tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, Kamis, 15 Desember 2016.

Langkah tersebut dilakukan, lantaran secara diam-diam warga kembali menambang emas di tempat yang sudah resmi ditutup tahun lalu itu. 

Petugas halau penambang ilegal dari Gunung Botak. (NET/Bachtiar)

Penambang yang kedapatan melakukan aktivitas langsung diamankan. Tak hanya itu, petugas juga membongkar puluhan tenda tempat tinggal penambang di lokasi. 

Alat-alat tambang seperti cangkul, dompeng atau mesin tambang emas, dan karpet penyulingan emas disita. Penertiban tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan Gunung Botak.

Petugas bongkar tenda penambang emas ilegal di Gunung Botak. (NET/Bachtiar)

Namun, upaya petugas melakukan penyisiran mendapat perlawanan warga. Sejumlah wanita penambang melakukan protes dan meminta aparat mengembalikan peralatan mereka yang diambil paksa. Bahkan, salah satu petugas harus mendapat perawatan karena terkena lemparan batu.

"Kami menambang untuk menyambung hidup bapak sekalian," lantang penambang bernama Kabantihu.

Warga protes pengusiran petugas. (NET/Bachtiar)

Agar kericuhan tidak meluas, petugas kemudian melakukan pendekatan persuasif terhadap warga. Meski demikian, petugas tetap meminta warga untuk tidak menambang lagi secara ilegal.

"Kami ambil langkah selanjutnya, sementara kami akan beri waktu untuk penambang meninggalkan lokasi," ujar Wakil Kepala Kepolisian Resort Buru Komisaris Luike Wattimena di lokasi.

BACA JUGA:
Tambang China Meledak, 13 Pekerja Tewas
Sebelas Penambang Emas Tewas Tertimbun
Wakil Menteri Dalam Negeri Bolivia Dibunuh Buruh Tambang
KPK Tetapkan Gubernur Sulawesi Tenggara Tersangka Korupsi izin Tambang

Tambang emas ilegal Gunung Botak terbagi atas dua bagian. Lokasi pertama terletak di Dusun Metar, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru yang hanya berjarak 30 meter dari jalan lintas Pulau Buru. Lokasi kedua terdapat di Gunung Nona yang berjarak 3 Km dari jalan utama.

Pemerintah secara resmi menutup keduanya sejak 14 November 2015 lalu. Penutupan dilakukan atas instruksi Presiden Joko Widodo akibat maraknya penggunaan sianida dan kimia mercury untuk mengekstrak emas.

Namun sejak tiga bulan terakhir, aktivitas ratusan penambang liar dari berbagai daerah termasuk luar Pulau Buru mulai marak. Bahkan untuk mengelabuhi petugas, penambangan dilakukan pada malam hari.

BACHTIAR HUAMUAL

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments