hero
Rumah kontrakan terduga teroris di Tasikmalaya. (NET/Budhy)

EDITOR : REZA ADITYA

15 Desember 2016, 12:20 WIB

TASIKMALAYA, INDONESIA

Tim Detasemen Khusus (Densus)  88 Antiteror Polri menangkap suami-istri terduga teroris di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan mereka diduga terkait jaringan bom Bekasi yang berencana meledakkan Istana Negara.

"Kedua suami istri itu ditangkap sekitar pukul 04.30 WIB di sebuah rumah kontrakan," kata Martinus, Kamis, 15 Desember 2015. "Yang ditangkap atas nama TS."

Polisi awalnya hanya mengincar TS di rumah kontrakannya di Kampung Padasuka, Kelurahan Sukamaju Kaler, Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun saat penggerebekan suami TS, yaitu HG juga ikut diamankan petugas. Bahkan seorang anak mereka yang masih berusia tujuh tahun juga ikut diboyong tim antiteror.

Polisi yang masih berjaga di sekitar rumah kontrakan terduga teroris di Tasikmalaya, Jawa Barat. (NET/Budhy)

Usai menangkap terduga teroris itu, polisi kemudian menggeledah rumah kontrakan mereka.  Hasilnya ditemukan sebuah rompi yang sudah tersambung dengan berbagai jenis kabel. Juga beberapa buku tentang jihad.  Kini ketiganya masih diperiksa di Polresta Tasikmalaya.

Martinus mengatakan TS ini diduga mempertemukan Dian Yulia Novi dengan Nur Solihin, terduga teroris yang sudah ditangkap sebelumnya di Bekasi. Pertemuan itu untuk memuluskan rencana pengeboman di depan Istana Negara.

Pada saat itu, atas bujuk rayu TS, Dian bersedia menjadi 'pengantin'  dengan melakukan aksi bom bunuh diri di depan Istana Negara. Beruntung polisi keburu mengendus niat jahat tersebut. Wanita berusia 27 tahun itu dibekuk di kediamannya di Perum Bintara Jaya, Bekasi, Sabtu pekan lalu. Polisi menemukan bom panci berdaya ledak tinggi dalam sebuah ransel hitam milik Dian.

Setelah Dian ditangkap, polisi meringkus Nur Solihin, yang merakit bom tersebut.  Beberapa orang lainnya yang diduga terlibat dalam jaringan ini juga dicokok petugas di hari yang sama di tempat berbeda. Mereka adalah Agus Supriyadi, dan Abu Izzah alias Suyanto.

BUDHY PARDIANA | TIM LIPUTAN

BACA JUGA:
Bom Panci: Dari Suriah untuk Istana Negara
Bom Berdaya Ledak Tinggi Ditemukan di Bekasi

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments