hero
Rachmawati Soekarnoputri. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

15 Desember 2016, 10:15 WIB

INDONESIA

Polisi menggeledah ruang kerja Rachmawati Soekarnoputri di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis dinihari. Kuasa hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian, mengatakan penggeledahan yang dilakukan polisi itu terkait kasus dugaan makar yang menjerat kliennya.

"Ada dua ruangan yang digeledah dan beberapa dokumen disita," kata Aldwin, Kamis, 15 Desember 2016. "Dokumen yang disita mungkin terkait tuduhan makar terhadap Rachmawati."

Aldwin mengatakan dokumen yang disita polisi itu isinya hanya materi pidato Rachmawati. "Dan bahan konferensi pers. Juga tentang pointers petisi yang isinya kembali kepada UUD 1945," ujar dia.

Penggeledahan di UBK berlangsung sekitar beberapa jam. Polisi dari Unit IV Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya itu kemudian melanjutkan penggeledahan di kediaman Rachmawati, di Jalan Jati Padang, Jakarta Selatan.

Ilustrasi makar. (NET.Z/Adli)

 

"Penggeledahan lanjut ke rumah Rachmawati sekitar pukul 08.00 WIB," ujar Aldwin.  Hingga saat ini, kata Aldwin, penggeledahan di rumah anak Bung Karno itu masih berlangsung.

Belum ada keterangan dari kepolisian terkait penggeledahan itu. Aldwin juga mengaku masih mengawal proses penggeledahan yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, polisi menangkap Rachmawati dan  sejumlah orang lainnya terkait dugaan makar. Mereka adalah aktivis Sri Bintang Pamungkas, Jamran, Ketua Komando Barisan Rakyat Rizal Izal, Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo.

Juga menangkap bekas staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal (Purnawirawan) Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis AD  Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zen, aktivis Firza Husein;  aktivis Indra Al Fariz dan Ratna Sarumpaet; serta musikus Ahmad Dhani.

Mereka ditangkap pada Jumat, 2 Desember 2016, bersamaan dengan pelaksanaan Aksi Super Damai 212.  Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan sebelas orang itu berencana menggerakkan massa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan mendesak digelar sidang istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Tujuannya, menurunkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Serta mengembalikan konstitusi ke UUD 1945.

ADITYA MUSTAQIM

BACA JUGA:

Yusril Dampingi Terduga Makar yang Ditangkap Polisi
Media Asing Soroti Makar yang Dilakukan Anak Soekarno

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments