hero
Suasana RSUD Pidie Jaya yang terus didatangi pengungsi korban gempa Aceh. (NET/Munandar)

EDITOR : REZA ADITYA

14 Desember 2016, 16:00 WIB

ACEH, INDONESIA

Sejumlah warga korban gempa Aceh yang berada dalam pengungsian mulai terserang penyakit. Demam, batuk dan diare, hinggap di tubuh mereka yang didominasi anak-anak.

"Selain itu kasus yang terbanyak diderita mereka adalah gangguan saluran pernafasan," kata Lonni Basra, dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya, Rabu, 14 Desember 2016.

Lonni mengatakan kondisi pengungsian yang seadanya membuat warga rentan terserang berbagai penyakit. Faktor makanan juga menjadi salah satu penyebab kondisi kesehatan para pengungsi semakin menurun.

Salah satu tempat  pengungsian korban gempa Aceh. (NET/Munandar)

 

Hari ini jumlah pasien di RSUD Pidie Jaya meningkat sebanyak 103 orang. Berbeda dari kemarin yang jumlahnya hanya 84 orang. Peningkatan jumlah pasien berasal dari pengungsian.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah keseluruhan pengungsi mencapai 83.838 orang. Mereka tersebar di 124 titik. Pengungsi tersebut berasal dari Pidie Jaya sebanyak 82.122 orang di 120 titik dan 1.716 orang di empat  titik di Kabupaten Bireuen.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo mengatakan lembaganya sudah menyalurkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan dan  untuk para pengungsi. Dia memastikan tidak ada lagi pengungsi yang mengalami sakit. 

MUNANDAR SYAMSUDDIN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments