hero
Petugas gabungan lakukan apel untuk penanganan gempa Aceh. (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

13 Desember 2016, 00:10 WIB

ACEH, INDONESIA

Enam hari pascagempa 6,5 skala richter yang mengguncang Provinsi Aceh, bantuan terus berdatangan. Namun, pola pendistribusian yang tidak tepat menyebabkan terhambatnya penyaluran bagi masyarakat penerima manfaat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei mengatakan, belum meratanya bantuan tersebut lantaran pihaknya kesulitan berkomunikasi dengan posko yang tersebar di tiga kabupaten terdampak gempa.

Peta dampak gempa bumi Aceh. (BNPB)


"Memang kendalanya adalah penyampaian informasi kepada posko, jadi mohon dimaklumi posko ini kan baru berdiri tanggal 8 kemarin," ujarnya di depan Posko Utama, Pidie Jaya, Aceh, Senin, 12 Desember 2016.

Willem melanjutkan, pihaknya menghimbau agar masyarakat segera memberikan laporan ke posko utama BNPB jika ada keperluan yang dibutuhkan. Meski demikian, ia memastikan persediaan logistik kebutuhan pokok tercukupi.

Sejumlah warga masih bertahan di pengungsian. (NET/Tri)

"Jadi terhambat karena masih periode panik dalam seminggu ini, kami akan segerakan percepatan penanganan pengungsi" tambahnya.

Pemerintah pusat, kata Willem, sudah menganggarkan stimulasi bantuan sebesar Rp 40 juta untuk rumah rusak berat dan Rp 20 juta bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan.

Sejumlah warga masih bertahan di pengungsian. (NET/Tri)

"Jadi pemerintah tidak mengganti sepenuhnya. Ini stimulan, kami mengharapkan posko yang ada di tiga kabupaten dapat menginformasikan kepada masyarakat,"pungkasnya.

Sementara itu, sebagian besar warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang didirikan secara swadaya. Sebagian besar warga beralasan takut kembali ke rumah lantaran sering terjadinya gempa susulan.

BACA JUGA:
Instruksi Jokowi soal Gempa Aceh
Doa dari Vatikan untuk Korban Gempa Aceh
Pascagempa Aceh, Aktivitas Perekonomian Warga Lumpuh
Begini Proses Evakuasi Pascagempa Aceh 

"Saya masih trauma, kadang ada gempa susulan yang terjadi. Saya terpaksa bertahan meski sudah tidak ada uang untuk susu anak saya," lirih Miftahul Jannah pengungsi asal Desa Pantei Jaya, Pidie Jaya.

Sementara hingga Senin malam, jumlah pengungsi terus bertambah ke posko utama. BNPB mencatat jumlah pengungsi 83.838 orang tersebar di 124 titik. Pengungsi tersebut berasal dari Pidie Jaya sebanyak 82.122 orang di 120 titik dan 1.716 orang di 4 titik di Kabupaten Bireuen.

Sementara itu, kerusakan fisik akibat gempa meliputi 11.668 unit rumah, 61 unit mesjid, 94 unit meunasah, 161 unit ruko, 10 unit kantor pemerintahan, 16 unit fasilitas pendidikan. Jumlah korban mencapai 101 jiwa, 94 berhasil diidentifikasi dan sebanyak 666 orang menderita luka-luka yaitu 134 luka berat dan 532 luka ringan.

DEDE ROHALI | VILA MARESCOTI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments