hero
Pemimpin umat Katholik dunia Paus Fransiskus. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

9 Desember 2016, 10:00 WIB

INDONESIA

Pemimpin umat Katholik dunia Paus Fransiskus menyampaikan doa dan ucapan belasungkawa atas musibah gempa yang terjadi di Aceh. Di tengah ratusan massa yang berkumpul di lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus berharap masyarakat Aceh bisa segera bangkit dari keterpurukan setelah gempa.

"Saudara-saudara sekalian, kemarin gempa berkekuatan tinggi mengguncang pulau Sumatera di Indonesia," kata Paus, seperti dikutip Reuters, Jumat, 9 Desember 2016. "Doaku ditujukan untuk para korban dan keluarganya yang mengalami luka-luka."

Paus Fransiskus menyapa masyarakat di lapangan Santo Petrus, Vatikan. (REUTERS)

 

Paus juga berharap bagi warga terdampak gempa Aceh yang kehilangan rumahnya untuk selalu tabah. "Semoga Tuhan memberikan kekuatan untuk masyarakat setempat dan selalu memberikan dukungan dalam pelaksanaan operasi penyelamatan," ujar dia.

Lindu berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang Tanah Rencong pada Rabu kemarin.  Sebanyak 12.560 rumah rusak, 105 rumah toko roboh, serta puluhan masjid dan sekolah rata dengan tanah. 

Sejumlah masyarakat berkumpul di lapangan Santo Petrus turut mendoakan korban gempa Aceh. (REUTERS)

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban meninggal dan luka-luka kemungkinan masih akan terus bertambah. Musababnya, proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan sampai saat ini masih terus dilakukan.

Data BNPB hingga kemarin mencatat sebanyak 102 orang meninggal,  satu orang dinyatakan hilang, 616 orang luka ringan, 136 orang luka berat dalam insiden itu. Sebanyak 10,029 warga mengungsi yang tersebar di 28 posko di tiga kabupaten terdampak gempa.

Sutopo mengatakan lembaganya dan tim gabungan seperti Badan SAR Nasional (Basarnas) menurunkan sebanyak 1.456 anggota untuk mengevakuasi.  Proses evakuasi, kata Sutopo, diakuinya sedikit terkendala.

Musababnya, rusaknya infrastruktur ke lokasi terdampak gempa serta pemutusan aliran listrik membuat tim penyelamat tidak dapat bekerja dengan maksimal.

REUTERS 

8

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments