hero
Bendera PBB. (WIKIPEDIA)

EDITOR : TITO SIANIPAR

9 Desember 2016, 10:45 WIB

INDONESIA

Setiap tanggal 9 Desember diperingati sebagai hari antikorupsi sedunia. Perserikatan Bangsa-bangsa mengingatkan pentingnya prinsip antikorupsi oleh semua pihak termasuk swasta.

"Pada level lokal, PBB bekerja sama dengan negara-negara untuk meningkatkan kemampuan teknis dan reformasi perundangan untuk membangun kapasitas," kata Direktur Eksekutif UNODC Yury Fedotov, dalam siaran pers yang diterima NET.Z.

"Tapi perubahan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan aktif pihak swasta untuk menciptakan budaya tanpa toleransi terhadap korupsi. Terutama pada rantai distribusi," imbuh dia.

UNODC adalah badan PBB yang menangani kejahatan narkotika, terorganisir dan lintas negara. Tema antikorupsi dunia tahun 2016 adalah "Korupsi: Halangan bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan."

Yury Fedotov. (UNODC)

Fedotov menambahkan, pada 2015-2030 ada sekitar US$ 90 triliun (sekitar Rp 1,2 juta triliun) yang akan dikucurkan untuk investasi infrastruktur di seluruh dunia. "Angka investasi ini harus dilindungi dari korupsi," kata dia.

Korupsi pada dana yang seharusnya digunakan untuk membangun, lanjut Fedotov, hanya membuat pembangunan itu tidak efektif dan menyengsarakan rakyat kecil. Semua pihak diharapkan berkontribusi dalam melawan korupsi.

"Kalau kita tidak bersatu melawan korupsi, maka resikonya adalah pertumbuhan ekonomi melambat dan cita-cita kesejahteraan umat manusia akan musnah," kata Fedotov. 

Markas UNODC di Wina, Austria. (REUTERS)

Agenda 2030 yang dicanangkan G20, lanjut Fedotov, bisa dipastikan terlaksana apabila korupsi dan penyuapan berhasil ditekan. "UNODC sudah menciptakan pendekatan komprehensif untuk mencapai itu," pungkas Fedotov.

TIM NET.Z

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments