hero
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

9 Desember 2016, 17:45 WIB

KOREA SELATAN

Hasil sidang istimewa dan pemungutan suara (voting) parlemen Korea Selatan secara resmi memakzulkan Presiden Park Geun-hye terkait dugaan tindak pidana korupsi.  Sebanyak 234 anggota parlemen mendukung pemakzulan itu. Hanya 56 yang menolak  Park turun takhta.

"Saya secara jujur menerima hasil pemungutan suara parlemen," kata Park, seperti dikutip Reuters, Jumat, 9 Desember 2016. "Saya berharap ini jawaban dari kebingungan dan desakan masyarakat saat ini."

Dokumen hasil voting itu kemudian akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi Korea Selatan. Majelis hakim Mahkamah itu yang nantinya akan mengetuk palu keputusan secara konstitusional pemberhentian Park.

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye. (REUTERS)

 

Jika majelis hakim Mahkamah menerima alasan pemakzulan itu, maka Park akan kehilangan seluruh hak-haknya sebagai mantan presiden. Seperti uang pensiun, fasilitas hari tua, biaya kesehatan dan tunjangan lainnya.

Dalam sidang istimewa itu juga, parlemen menunjuk Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn mengambil alih jabatan Park sampai proses di Mahkamah Konsitusi selesai. Adapun proses itu memakan waktu selama 180 hari.

Park diduga terlibat skandal korupsi dan kolusi bersama teman dekatnya, Choi Soon-sil. Bersama dengan Choi, Park dituding memeras sejumlah perusahaan multinasional di negeri ginseng itu sejumlah uang dengan nilai yang fantastis.

Duit dari perusahaan besar itu dialirkan ke beberapa lembaga non-profit milik Choi untuk bisnis pribadi. Salah satu perusahaan yang paling disorot adalah Samsung.

Aksi demonstrasi menuntut Park lengser di Korea Selatan pada awal November 2016. (REUTERS)

 

Hasil penyelidikan sementara, kejaksaan setempat menemukan aliran duit senilai 2,8 juta Euro (sekitar Rp 40 miliar) untuk Chung Yoo-ra, anak Choi.

Kasus ini kemudian mencuat ke publik. Sekitar ratusan ribu warga turun ke jalan. Mereka menuntut Park lengser. Momen ini kemudian dimanfaatkan partai oposisi.

Parlemen lalu menggelar sidang istimewa dengan agenda pemakzulan presiden perempuan terpilih pertama di Korea Selatan itu.

REUTERS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments