hero
Wali Kota New York Bill de Blasio. (VOA)

EDITOR : REZA ADITYA

8 Desember 2016, 17:00 WIB

NEW YORK, AMERIKA SERIKAT

Wali Kota New York Bill de Blasio prihatin atas meningkatnya Islamophoba di kotanya. Kasus terakhir, dua muslimah yang bekerja sebagai anggota polisi dan pegawai pemerintah daerah New York mengalami perlakuan diskriminatif dari orang-orang sekitar.

"Saya muak mendengar ada anggota kepolisian di kota saya yang menjadi korban ancaman karena agamanya," kata Bill, Kamis, 8 Desember 2016. "Baik sedang bertugas atau tidak, dia mengabdi pada kota ini. Ini tidak bisa diterima."

Anggota kepolisian yang dimaksud Bill adalah Elsokary. Kejadian Islamphopbia menyasar Elsokary pada Sabtu pekan lalu. Saat itu, perempuan yang sudah bertugas selama 11 tahun sebagai polisi itu sedang libur. Dia kemudian jalan-jalan santai bersama anak remajanya di Bay Ridge, Brooklyn, New York.

Elsokary, petugas Kepolisian NY yang menjadi  korban Islamophobia. (VOA)

 

Tiba-tiba ada seorang pria yang memukul anaknya. Pria yang belakangan diketahui bernama  Christopher Nelson itu kemudian memaki Elsokary dan menudingnya sebagai pengikut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Nelson juga mengancam akan menggorok leher Elsokary jika tidak meninggalkan AS dalam waktu dekat.

Beruntung polisi segera bertindak setelah kejadian itu. Polisi langsung menciduk Nelson. Pria berusia 36 tahun itu didakwa dengan tuduhan kejahatan penebar kebencian.

Elsokary kecewa atas insiden yang menimpanya itu. "Padahal saya selama ini menjadi polisi untuk menunjukan sisi positif warga New York," kata perempuan berkerudung itu. "Saya membantu semua orang apapun agama dan kepercayaannya."

Islamophobia juga menyasar Soha Salamah, pegawai pemerintah daerah New York. Di dalam stasiun bawah tanah New York, Salamah diteriaki sebagai teroris oleh seorang pria tak dikenal. "Saya kemudian didorong oleh orang itu sampai jatuh dari tangga. Ini kejadian pertama yang menimpa saya."

Soha Salamah, pegawai pemerintah daerah New York  yang menjadi korban Islamophobia. (VOA)

 

Kepala Kepolisian New York Robert Boyce mengakui adanya peningkatan korban Islamophobia dalam beberapa bulan terakhir di kotanya. Dia menuding Islamophobia meningkat sejak pemilihan Presiden Amerika Serikat.

"Selama periode pemilihan presiden, tercatat ada 43 kasus dan laporan orang yang menjadi korban Islamophobia," ujar dia. "Berbeda dari periode tahun sebelumnya yang hanya ada 20 kasus dalam setahun."

Melihat banyaknya laporan kasus korban Islamophobia itu, Wali Kota Bill de Blasio turun tangan. Dia pasang badan dan bersedia membela umat Islam yang ada di kotanya. "Ini sangat meresahkan. Pasti ada dampak dari seseorang kandidat presiden yang memojokkan satu kelompok."

Kandidat presiden yang dimaksud Bill adalah Donald Trump. Kini Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.

VOA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments