hero
Kanselir Jerman Angela Merkel. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

8 Desember 2016, 14:00 WIB

JERMAN

Kanselir Jerman Angela Merkel menyerukan larangan penggunaan burka, pakaian khas umat Islam yang menutupi seluruh bagian tubuh kecuali mata. Seruan larangan itu disampaikannya pada saat pidato di konferensi Christlich Demokratische Union Deutschlands (CDU), partai konservatif yang juga dipimpin Merkel. 

"Dalam budaya Jerman, burka tidak tepat bagi perempuan untuk menutupi wajah mereka sepenuhnya, harus dilarang di mana pun bahkan mungkin secara hukum," kata Merkel, Selasa, 6 Desember 2016 waktu setempat. "Penggunaan burka tidak mencerminkan cara hidup masyarakat Jerman."

Seorang wanita yang sedang mengenakan burka. (REUTERS)

 

Merkel juga mengusulkan larangan penggunaan burka di sejumlah tempat umum. Seperti di sekolah, tempat rekreasi dan gedung pemerintahan. Usulan Merkel itu tentu disambut meriah oleh partainya. Namun, bertentangan dengan konstitusi Jerman yang menjamin kebebasan beragama. 

Dalam pidatonya, perempuan berusia 62 tahun itu juga menegaskan tidak akan mengizinkan imigran masuk lagi ke negaranya. Bahkan dia mengancam akan mengusir sejumlah pencari suaka yang tak memenuhi syarat dan hanya membuat onar.

Pernyataan Merkel itu membuat kaget sejumlah pihak. Merkel dianggap hanya cari muka dengan melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial. Tujuannya, untuk meningkatkan popularitas karena dia ingin kembali mencalonkan sebagai kanselir untuk yang keempat kalinya.

Merkel harus mati-matian meningkatkan popularitasnya untuk menduduki lagi jabatan sebagai kanselir pada 2017 nanti. Musababnya, pada tahun kemarin, ketenarannya sempat meredup setelah mengambil kebijakan mengizinkan ratusan ribu pencari suaka masuk ke Jerman.

BBC 

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments