hero
Ronald Tagore. NET/Sarah Sechan)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

8 Desember 2016, 08:05 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Jika kamu suka menonton berbagai film luar negeri pasti kamu sudah tidak asing dengan 'The Wolverine', 'Iron Man', atau 'Batman vs Superman'. Film ini sendiri masuk dalam jajaran film box office yang sangat diminati baik di dalam maupun di luar negeri.

Selain menghadirkan cerita yang menarik, film ini juga memiliki desain animasi yang keren banget. Nah, ternyata dari berbagai judul film di atas terdapat karya dari salah warga negara Indonesia lho! Enggak Percaya?

Ia adalah Reynold Tagore. Pria asal Surabaya, Jawa Timur ini sukses mendulang karir sebagai texture artist di Hollywood. Texture artist sendiri adalah sebuah pekerjaan yang bertugas untuk memoles dan memberi warna dalam sebuah film agar terlihat lebih hidup.

"Texture artist itu gampangnya kita kasih warna apa saja yang ada dalam film. Karena sebelum ditangani oleh texture artist, film itu warnanya masih abu-abu atau polos. Setelah kita tangani, warnanya akan menjadi lebih hidup," ujar pria kini berusia 37 tahun tersebut saat menjadi tamu Sarah Sechan NET.

Ronald Tagore. NET/Sarah Sechan)

Reynold menempuh pendidikan desain grafis di Universitas Tarumanegara dan melanjutkan ke pendidikan ke jenjang S2 di University of Technology Sydney, Australia. Ia telah menekuni profesi ini sejak tahun 2012.

Pada awal karirnya, ia bernaung di perusahaan WETA Digital untuk menggarap film 'The Hobbit : An Unexpected Journey'. Setelah dianggap cukup baik dalam pekerjaannya, ia kembali dipercaya untuk mengerjakan film lain seperti 'Iron Man', 'Fourius 7', 'Maze Runner', dan 'Batman vs Superman'.

Karir yang cemerlang tidak ia dapatkan secara instan. Sebelum bekerja di WITA, ia pernah berkali-kali ditolak oleh berbagai studio film. Namun ia tidak pernah menyerah karena kegagalan dan terus mencoba untuk meningkatkan kemampuannya.

"Saya dulu pernah melamar ke perusahaan yang membuat 'The Lord Of The Ring', tapi ditolak. Terus saya lamar ke perusahaan kecil-kecil tapi tetap ditolak juga. Saya terus coba lagi setiap tahun untuk melamar di sana. Sampai sekitar enam tahunan, baru akhirnya saya di terima," tambah pria yang pernah bercita cita sebagai biksu tersebut.

Pria yang kini menetap di Selandia Baru ini mengaku bahwa proses produksi dalam satu film memakan waktu sekitar 4 tahun. Namun ia tidak pernah menggangap hal tersebut sebagai halangan, karena pekerjaan yang ia lakoni ini sesuai dengan hobi dan impiannya.

Kedepannya Reynold mengaku ingin ikut berpartisipasi dalam pembuatan film 'Conan the Barbarian' yang rencananya akan diperankan oleh Arnold Scwarzenegger.

SARAH SECHAN NET 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments