hero

EDITOR : OCTOBRYAN

1 Desember 2016, 23:25 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta melaporkan evaluasi laporan dugaan pelanggaran kampanye oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta. 

Pelanggaran terbanyak yang dilakukan selama masa kampanye adalah pemasangan alat peraga kampanye seperti pemasangan spanduk di lokasi yang tidak diperbolehkan. Selain itu, Bawaslu DKI juga mencatat beberapa pelanggaran lain seperti spanduk bernada provokatif, tidak ada pemberitahuan kampanye, dan penolakan pasangan calon.

Pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. (NET)

Temuan Bawaslu dalam sebulan, ada 120 alat peraga kampanye pasangan cagub-cawagub nomor urut satu Agus Harimurti-Sylviana Murni yang ditertibkan.

Pasangan cagub-cawagub nomor tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, tercatat menjadi pasangan kedua yang paling banyak melanggar peraturan dengan 87 alat peraga kampanye, kemudian disusul pasangan cagub-cawagub nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan 50 alat peraga kampanye.

Pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. (NET) 

"Kami catat soal pemasangan alat peraga kampanye karena banyak relawan pasangan calon yang memasang spanduk tapi tidak mendaftarkannya," ujar Ketua Bawaslu Mimah Susanti, di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016.

Selain itu, lanjut Mimah, pelanggaran lain yang dilakukan ialah  kampanye membawa anak kecil, penggunaan fasilitas negara hingga kampanye di tempat ibadah. Dalam pengawasannya, Bawaslu DKI juga mencatat adanya dugaan politik uang yang dilakukan salah satu pasangan calon.

Pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno

"Kampanye yang dilakukan pasangan nomor urut satu terkait dengan menjanjikan program Rp 1 miliar untuk RT\RW di Jakarta Utara,"tambahnya. "Kami catat, program itu tidak ada dalam visi misi pasangan calon."

Mimah menjelaskan, atas pelanggaran itu pihaknya telah memanggil tim pemenangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni untuk dimintai keterangan. Meski demikian, ia menjelaskan pemberian sanksi terhadap pelanggaran itu merupakan ranah KPU DKI.

BACA JUGA:
Ini Daftar Kekayaan Cagub-Cawagub DKI
Bawaslu Prihatin Pelanggaran Kampanye Pilkada DKI
Pilkada DKI Ramah Disabilitas
Ikan Pesan Damai Pilkada DKI dari Banyumas

Temuan serupa ia temukan juga pada pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Bawaslu menemukan pelanggaran dugaan melakukan politik uang dengan memberikan santunan kepada masyarakat di daerah Jakarta Timur. Namun, setelah penyelidikan, Bawaslu DKI menyimpulkan tak ada dugaan pelanggaran politik uang yang dilakukan.

"Laporannya tidak kami lanjutkan ke Sentra Gakkumdu," jelasnya.

Bawaslu kemudian mengimbau agar pasangan calon tidak lagi melakukan praktek tersebut. Dia pun meminta agar masyarakat turut aktif melaporkan jika ada pelanggaran yang dilakukan pasangan calon.

ANDRY PRASETYO

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments