hero

EDITOR : OCTOBRYAN

30 November 2016, 22:25 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Komite Nasional Keselamatan Transportasi memaparkan kinerja investigasi dalam kurun waktu 2016. Proses investigasi KNKT mencatat 67 kecelakaan dalam kurun waktu Januari-November 2016. Jumlah itu meningkat 31 persen dari data investigasi pada tahun 2015.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahyono mengatakan beberapa kesulitan yang dihadapi jajarannya dalam melakukan investigasi.  Ia menyebut jumlah investigator tidak sebanding dengan jumlah kecelakaan tersebut. Hal ini menyebabkan pihaknya kurang maksimal dalam menyelesaikan laporan kecelakaan. Selain itu, jumlah kecelakaan pada moda transportasi penerbangan, pelayaran, kereta api, hingga lalu lintas jalan raya cenderung meningkat di tahun ini.

KNKT gelar "Media Rilis Akhir Tahun 2016". (NET\Erwan)

"Sebetulnya masih bisa kita maksimalkan kalau jumlah investigator cukup. Belum selesai satu kasus, sudah muncul lagi kecelakaan lainnya," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu, 30 November 2016.

Adapun dari total 67 kecelakaan yang ditindaklanjuti itu, proses investigasi terbanyak dilakukan terhadap kecelakaan yang terjadi di sektor transportasi udara yang berjumlah 41 kecelakaan, sektor pelayaran 15 kecelakaan, perkeretaapian 6 kecelakaan, serta lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) sebanyak 6 kecelakaan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahyono. (NET\erwan)

Soerjanto menjelaskan, kecelakaan udara menjadi perhatian pihaknya. KNKT mencatat, dari 41 kasus itu, 15 di antaranya adalah kecelakaan disertai dengan kerugian dan 26 lainnya yaitu kecelakaan tidak menimbulkan kerugian. Akibat dari kecelakaan tersebut, lima di antaranya korban meninggal dan 57 luka-luka.

Ia melanjutkan, berdasarkan lokasi kejadian, Papua menjadi tempat dengan jumlah kecelakaan terbanyak. Berdasarkan investigasi yang dilakukan pihaknya, penyebab kecelakaan terjadi karena perawatan infrastruktur bandara yang tdak optimal. 

"Landasan pacu pada bandara perintis di Papua masih belum seluruhnya bisa dikontrol. Idealnya sistem drainase terjaga dengan baik dan diberikan pengarah angin," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Subkomite Kecelakaan udara KNKT Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan, dari kecelakaan tahun 2016, faktor penyebab kecelakaan masih banyak didominasi oleh kesalahan manusia sebanyak 67 persen, kesalahan teknis 15 persen, faktor lingkungan 12 persen, dan fasilitas 5 persen. "Jenis kecelakaan tergelincirnya pesawat di landasan pacu sebanyak 40 persen," ujarnya. 

Berikut data KNKT untuk jumlah kecelakaan perjalanan udara dari tahun 2010-2016:
- Tahun 2010, 18 kecelakaan.
- Tahun 2011, 32 kecelakaan. 
- Tahun 2012, 29 kecelakaan. 
- Tahun 2013, 34 kecelakaan.
- Tahun 2014 ,30 kecelakaan. 
- Tahun 2015, 28 kecelakaan.
- Tahun 2016 sampai November, 41 kecelakaan.

Pesawat Trigana Air tergelincir di Bandara Wamena. (NET) 

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran, Aldrin Dalimunte, mengatakan sejak 2010 hingga 2016, angka kecelakaan yang telah diinvestigasi pihaknya cenderung mengalami kenaikan. "Kasus yang diiinvestigasi oleh KNKT yaitu soal tenggelamnya kapal KMP Rafelia di Selat Bali, 4 Maret 2016," ujarnya.

Berikut data KNKT untuk jumlah kecelakaan pelayaran dari tahun 2010-2016:
- Tahun 2010 menginvestigasi 5 kecelakaan, 
- Tahun 2011, 6 kecelakaan. 
- Tahun 2012, 4 kecelakaan.
- Tahun 2013, 6 kecelakaan.
- Tahun 2014, 6 kecelakaan.
- Tahun 2015, 11 kecelakaan. 
- Tahun 2016, 15 kecelakaan.

Tanker Nona Tang II terbakar di Batam. (NET)

Selanjutnya, Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian Soeprapto mengatakan, sejak 2010 sudah 35 kecelakaan kereta yang mereka selidiki. "Enam kasus di tahun 2016 sebagian besar terjadi anjlokan atau KA terguling," ujarnya.

Berikut data KNKT untuk jumlah kecelakaan perkeretapian dari tahun 2010-2016:
- Tahun 2010, 10 kecelakaan.
- Tahun 2011, 1 kecelakaan. 
- Tahun 2012, 3 kecelakaan.
- Tahun 2013, 2 kecelakaan.
- Tahun 2014, 6 kecelakaan. 
- Tahun 2015, 7 kecelakaan. 
- Tahun 2016, sampai 31 Oktober ada 6 kecelakaan.

Terakhir, untuk Sub Komite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan, total ada 41 kecelakaan di jalan raya yang mereka investigasi. Tak semua kecelakaan yang terjadi di jalanan, mendapatkan investigasi KNKT. "Kami sudah mengeluarkan 384 rekomendasi terkait kecelakaan angkutan darat ini," ujarnya.

Ilustrasi kecelakaan. (NET)

Berikut data KNKT untuk jumlah kecelakaan lalu lintas angkutan jalan dari tahun 2010-2016:
- Tahun 2010, 3 kecelakaan.
- Tahun 2011, 7 kecelakaan.
- Tahun 2012, 8 kecelakaan.
- Tahun 2013, 8 kecelakaan.
- Tahun 2014, 5 kecelakaan.
- Tahun 2015, 5 kecelakaan.
- Tahun 2016, 6 kecelakaan.

GITA AYU PRATIWI | EDWAN NURVICTA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments