Warga yang terjaring OTT diminta menyebutkan isi Pancasila. (NET\Korniawan)

EDITOR : OCTOBRYAN

30 November 2016, 01:00 WIB

SOLO, INDONESIA

Slamet Widodo, penjual koran di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah ini kaget bukan kepalang setelah sejumlah petugas keamanan menarik tangannya. Petugas dengan wajah serius mengatakan dirinya terkena OTT.

Raut wajah ketakutan tampak dari pria berusia 47 tahun itu. Maklum saja, OTT biasanya melekat saat penegak hukum melakukan aksi tangkap tangan terhadap suatu kejahatan korupsi atau pungutan liar. 

Pengunjung Pasar Solo terjaring OTT. (NET\Korniawan)

Tidak hanya itu, petugas juga menangkap pengunjung, pedagang, dan belasan tukang becak yang mangkal tidak jauh dari mulut pasar. Mereka kemudian disuruh berbaris di depan pasar. 

Sejurus kemudian petugas berwajah garang dan bersuara lantang memanggil mereka satu persatu. Dengan tegas, petugas berbadan besar itu meminta mereka menyebutkan satu persatu sila-sila Pancasila. Sontak, raut wajah tegang mereka berubah menjadi riang. 

"Ini adalah OTT, Operasi Tanda Tanya," ujarnya.

Kopral Bagyo gendong tukang becak yang hafal Pancasila. (NET\Korniawan) 

Pria itu adalah Kopral Kepala (CPM) Partika Subagyo Lelono, anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Diponegoro. Kopral Bagyo, sapaan akrabnya, menjelaskan sengaja meminta mereka menyebutkan satu persatu isi sila yang ada di Pancasila. "Terutama sila ketiga," tambahnya. 

Ia sengaja menitikberatkan pada sila ketiga mengenai Persatuan Indonesia. Ia berharap dengan semangat itu tidak ada perpecahan yang terjadi pada Negara Kesatuan Republik Indonesia terlebih menjelang aksi 2 Desember mendatang.

BACA JUGA:
Karena Indonesia Butuh Kerukunan Bersama
Munajat Bersama untuk Kedamaian Umat
Ketika Bumi Menangis untuk Intan
Aksi 1.000 Lilin Doa untuk Intan

“Kita mewakili warga Solo meminta kepada saudara-saudara kita untuk menyampaikan aspirasi dengan damai, aman dan rukun, itu aja,” harapnya.

Usai melakoni aksi ini, Ia kemudian menggendong Slamet dan seorang tukang becak yang hapal Pancasila sebagai bentuk kerukunan antar masyarakat. 

Operasi Tanda Tanya mengenai Pancasila ditutup dengan doa bersama dan menyantap makanan khas Solo yaitu lenjongan dan cenil bersama-sama. 

Olahan makanan dari singkong dan tepung tersebut memiliki tekstur lengket sebagai simbol keratnya tali persaudaraan. Dalam hitungan menit, makanan tradisional itu pun ludes.

KORNIAWAN ARIF

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments