hero
Kayu ilegal diamankan petugas. (NET\Akbar)

EDITOR : OCTOBRYAN

29 November 2016, 02:30 WIB

KALIMANTAN SELATAN, INDONESIA

Puluhan anggota dari Komando Resort Militer 101 Antasari dan Polisi Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan memeriksa hasil pengamanan empat kayu rakit kayu log atau kayu gelondongan ilegal yang dihanyutkan di alur Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Komandan Korem 101 Antasari Kolonel (KAV) Yanuar Adil mengatakan peristiwa ini berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya perahu motor yang menarik ratusan batang kayu log di perairan Sungai Barito tanpa dilengkapi dokumen.

Kayu ilegal diamankan petugas. (NET\Akbar)

"Kami lakukan pengecekan dan ternyata kayu-kayu ini tidak dilengkapi dokumen persyaratan," ujarnya di lokasi, Senin, 28 November 2016.

Yanuar menjelaskan, kayu berdiameter 30-70 sentimeter yang dibawa dari Muara Teweh, Kalimantan Tengah rencananya akan dikirim ke beberapa pengusaha kayu di kawasan Alalak, Banjarmasin dan Berangas, Kabupaten Batola.

Kayu ilegal diamankan petugas. (NET\Akbar)

"Izinnya itu mengangkut kayu buah, tapi kita cek dilapangan ada kayu Meranti," tambahnya.

Penyelundup, kata Yanuar, paling sering membawa kayu log melalui perairan ketimbang melalui jalur darat karena sulit terpantau petugas. Untuk mencegah terjadinya hal serupa, pihaknya akan meningkatkan patroli di wilayah tersebut.

Kayu ilegal diamankan petugas. (NET\Akbar)

"Kami akan fokuskan pada sungai-sungai yang menjadi pelintasan para pembawa kayu log," jelasnya.

Sementara, Mahriyadi yang mengaku perwakilan dari pemilik kayu menyatakan bingung karena menurutnya kayu log tersebut sudah lengkap segala persyaratan dokumennya.

BACA JUGA:
MA Denda Pembalak Hutan Triliunan Rupiah
Ganasnya Penyelundup Menyerang Petugas Bea Cukai
Kebakaran Lahan, Perusahaan Salahkan Masyarakat
Hutan Rusak, Orangutan Pilih Tinggal di Kebun Warga

“Bingung dan heran sampai jadi bengini. Kalau mau diukur, ya silahkan dari pihak terkait," lirihnya. “Ini ijin berdasarkan surat dari instansi di Kalimantan Tengah dengan kop surat yang ditadangani semua pihak. Kalau ada meranti, yang namanya kayu hutan, ya campur."

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Hanif Faisal mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Kalteng untuk menelusuri kepemilikan kayu ilegal beserta legalitas dokumen kepemilikan kayu. Ia juga memeriksa perwakilan pemilik kayu dimintai keterangan lebih lanjut.

"Kalau ada indikasi penyelewengan dokumen kami akan tindak," ujar

hanif menjelaskan, apabila dalam pemeriksaan pemilik kayu terbukti bersalah, ia akan dijerat dengan pasal 80 UU No. 18 tahun 2003 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara atau denda sebesar Rp 5 miliar.

AKBAR LAKSANA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments