hero
Warga Kuba menyampaikan kesedihan atas meninggalnya Fidel Castro. (APTN)

EDITOR : OCTOBRYAN

27 November 2016, 16:50 WIB

KUBA

Meninggalnya mantan pemimpin Kuba Fidel Castro mendapat perhatian dan tanggapan dari seluruh penjuru dunia. Sebagian menganggap Castro sebagai tokoh revolusi yang berjasa besar bagi rakyatnya, sedangkan sebagian menganggap pria karismatik itu sebagai diktator yang menyebabkan penderitaan bagi warga Kuba.

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang dua tahun lalu memprakarsai kesepakatan untuk memulihkan hubungan diplomatik antara Washington dengan Havana ini memberikan belasungkawanya dengan mengatakan doa dan pikiran masyarakat Amerika menyertai masyarakat Kuba.

Warga Kuba menyampaikan kesedihan atas meninggalnya Fidel Castro. (APTN)

"Kita tahu saat ini perasaan emosional yang kuat sedang mengisi warga Kuba di Republik Kuba dan di Amerika Serikat. Sejarah akan mencatat dan menilai sendiri pengaruh besar yang ditimbulkan dari satu sosok ini pada masyarakat di sekitarnya dan dunia," ujarnya seperti dilansir The Guardian, Minggu, 27 November 2016.

Sementara itu, presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Castro sebagai diktator kejam yang menindas rakyatnya selama hampir enam dekade.

Warga Kuba menyampaikan kesedihan atas meninggalnya Fidel Castro. (APTN)

“Warisan Fidel Castro yaitu salah satunya regu tembak, pencuri, penderitaan, kemiskinan, dan penolakan hak asasi manusia,” katanya.

Ucapan duka juga datang dari Kremlin, Pusat Pemerintahan Rusia. Presiden Vladimir Putin mengatakan Fidel Castro adalah seorang teman yang tulus dan dapat diandalkan oleh Rusia. "Nama negarawan terhormat ini harus menjadi simbol dari sebuah era dalam sejarah dunia modern," ujarnya.

Warga Kuba menyampaikan kesedihan atas meninggalnya Fidel Castro. (APTN)

Presiden Perancis, François Hollande, turut berduka tapi menyebutkan keprihatinan soal hak asasi manusia di bawah rezim Castro. "Dia mewujudkan revolusi Kuba, baik harapan dan kekecewaan yang mengikutinya. Prancis menentang pelanggaran hak asasi manusia di Kuba," ujar pemimpin Partai Sosialis itu.

Sementara itu, Jacob Zuma, Presiden Afrika Selatan, mengucapkan terima kasih kepada Castro untuk bantuan dan dukungannya dalam perjuangan menggulingkan apartheid. "Presiden Castro dikenal dengan perjuangannya bersama kami melawan apartheid. Dia menginspirasi rakyat Kuba untuk bergabung dengan kami dalam perjuangan kami sendiri melawan apartheid, "kata Zuma.

Warga Kuba menyampaikan kesedihan atas meninggalnya Fidel Castro. (APTN)

Sejumlah ucapan juga mengalir dari pemimpin negara Amerika Latin. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyerukan dunia untuk melakukan gerakan revolusioner kepada negara-negara untuk merdeka dalam arti sebenarnya. "Desak revolusioner di seluruh dunia untuk melanjutkan warisannya dan membawa bendera kemerdekaan dan sosialisme untuk tanah airnya", ujarnya.

Sementara presiden Ekuador, Rafael Correa, dalam akun Twitternya menulis "Seorang pria besar telah pergi. Fidel sudah mati. Hidup Kuba! Hidup Amerika Latin!" ujarnya dalam akun @Mashirafael.

Evo Morales, Presiden Bolivia sekaligus sekutu dekat pemimpin Kuba mengungkapkan kesedihannya saat kematian Castro. "Fidel adalah satu-satunya pria di dunia dengan begitu banyak prinsip dan begitu banyak nilai-nilai," ujarnya kepada jaringan televisi Amerika Latin Telesur. "Dia membuat begitu banyak sejarah tidak hanya untuk Kuba, tetapi juga untuk planet ini. Itu adalah sosialisme."

BACA JUGA:
Fidel Castro Meninggal
AS Terancam Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Tuduhan Korupsi Presiden Korea Bertambah
Konflik Rohingya, Dunia Kecam Aung San Suu Kyi

Fidel Castro lahir di Biran, Kuba, pada 13 Agustus 1926. Ia pernah dipenjara karena memimpin perlawanan terhadap rezim Batista pada 1953. Namun, usahanya gagal sehingga ia ditangkap. Pada 1956, ia memulai perang gerilya terhadap pemerintah bersama Che Guevarra. Ia berhasil mengalahkan Batista pada 1959 dan diangkat menjadi Perdana Menteri Kuba. 

Fidel Castro memerintah Kuba selama 50 tahun dengan gaya revolusionernya yang kontroversial. Fidel Castro yang dijuluki 'El Comandante' sejatinya sudah non aktif sejak 2008, dan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada adiknya Raul Castro.

Fidel Castro tutup usia di umur 90 tahun. Pemerintah Kuba menetapkan 9 hari untuk berkabung nasional. Abu kremasi Fidel akan dibawa melintas negara dari Havana ke Santiago. Rute yang diambil merupakan rute yang diambil Fidel Castro saat memenangkan revolusi pada 1959.

THE GUARDIAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments