hero
Luna Maya salah satu seleb Indonesia yang populer di Instagram. (INSTAGRAM/lunamaya)

EDITOR : FAJAR ANUGRAH PUTRA

23 November 2016, 06:50 WIB

INDONESIA

Pernah melihat Cristiano Ronaldo pamer jam tangan mewahnya di Instagram? Atau Luna Maya pasang gaya dengan tas barunya, juga di Instagram? Kalau pernah, berarti kamu sudah melihat cara baru memasarkan produk di media sosial melalui sosok pesohor.

Para seleb yang menunjukkan barang atau pelayanan jasa tertentu di akun media sosialnya, bisa Instagram, Snapchat, Facebook, YouTube atau Twitter, belum tentu melakukannya dengan gratis. Semua ada imbalan dan maksud ekonomi. 

Strategi memasarkan produk barang atau jasa lewat akun media sosial seleb yang semakin jamak dilakukan lazim disebut endorsement. Targetnya yang paling utama ialah memperbesar penetrasi pemasaran ke konsumen yang potensial. 

 

Luna Maya. (INSTAGRAM/lunamaya)



Lihat saja jumlah followers Ronaldo di Facebook, Instagram dan Twitter yang kalau ditotal mencapai 246 juta akun dari seluruh dunia. Jumlah yang sangat besar dan tentunya efek marketing-nya bisa lebih luas. 

Atau seleb lokal seperti Luna Maya yang memiliki followers di Instagram mencapai 10,9 juta (dan terus bertambah). Dan pedangdut Ayu Ting Ting yang pengikutnya sebanyak 16,8 juta di Instagram. Mereka adalah sebagian contoh selebgram populer di Indonesia yang sering mendapat endorsement dari beberapa perusahaan. 

Tak heran selain aktivitas, keluarga atau pekerjaan, para seleb top juga menyelipkan postingan ‘berbayar’ di akun media sosial mereka.  

Banyak perusahaan melakukan strategi pemasaran melalui akun media sosial seleb karena target potential market-nya mudah diukur. Sehingga bisa disesuaikan dengan karakter produk atau jasa yang dijual. 

Misalnya Snapchat yang mayoritas pemakainya adalah orang muda antara 18 tahun – 34 tahun. Jika perusahaan yang target konsumennya adalah generasi muda, maka bisa mengoptimalkan akun-akun Snapchat seleb yang populer.  

 

Ayu Ting Ting. (INSTAGRAM/ayutingting92)



Lalu berapa sih uang yang diperoleh para seleb dari endorsement tersebut? 

The Economist mengutip laporan Captiv8, sebuah lembaga peneliti dan analis hubungan antara perusahaan multinasional dengan seleb populer di media sosial. Captiv8 menemukan data bahwa perusahaan ternyata mendapatkan keuntungan lebih, tak hanya dari sisi materi, dari kerjasamanya dengan para seleb di media social. Captiv8 menyebutnya social media influencer. 

Adanya reaksi love dan komentar (Instagram) serta engagement berupa emoticon like, laugh, love dan komentar (Facebook) membuat strategi pemasaran banyak perusahaan terbukti lebih efektif. Engagement dan reaksi followers di media sosial inilah yang tidak diperoleh para perusahaan dari platform beriklan yang konservatif. 

Para seleb pun mendapatkan keuntungan ekonomi dari aktivitas endosersement seperti ini. Masih menurut Captiv8, pesohor yang memiliki followers dengan jumlah tujuh juta akun di Instagram sedikitnya bisa mendapat US$ 150.000 (Rp 2 milar) sekali posting.  

Sedangkan seleb yang followers-nya sebesar tujuh juta akun di Facebook bisa dibayar US$ 187.500 (Rp 2,5 miliar) untuk sekali posting. Sedangkan angkanya di YouTube bisa jauh lebih besar. Seharga US$ 300.000 (Rp 4 miliar) untuk sekali posting bagi akun seleb yang subscriber-nya di atas tujuh juta. 

Tentu itu adalah jumlah minimal yang diperoleh. Angkanya bisa lebih besar bila melihat popularitas, prestasi, hasil karya atau karakteristik selebnya.  

 

Menurut Forbes, Ronaldo adalah olahragawan dengan penghasilan terbesar di 2016. Ia mendapatkan sekitar US$ 88 juta (Rp 1,2 triliun) sepanjang 2016. (REUTERS/Andrea Comas)



Buktinya bisa dilihat dari uang yang diperoleh oleh Ronaldo dari berbagai endorsement di 2016 ini. Bintang Real Madrid itu mendapat sedikitnya US$ 32 juta (Rp 431 miliar) dari endorsement dengan beberapa produk top seperti Tag Heuer, Herbalife, Clear Shampoo dan banyak lagi. 

Tertarik menjadi seleb dan di-endorse?

THE ECONOMIST | FORBES | CAPTIV8

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments