hero
Rizieq usai diperiksa di Bareskrim

EDITOR : TITO SIANIPAR

23 November 2016, 17:45 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Ketua Front Pembela Islam Rizieq Shihab menegaskan akan tetap melaksanakan demonstrasi pada 2 Desember 2016 mendatang. Ia mengutip undang-undang kemerdekaan menyatakan pendapat.

"Tanggal 2 Desember itu adalah unjuk rasa yang dilindungi Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998," kata Rizieq usai diperiksa di Markas Besar Polri, Rabu, 23 November 2016.

Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Di situ diatur tentang unjuk rasa dan demonstrasi di muka umum.

Rencana unjuk rasa 2 Desember adalah kelanjutan dari aksi sebelumnya pada 4 November 2016. Mereka menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diproses hukum karena dituding menodai Islam.

Demo 4 November 2016. (NET)

Pemerintah mendengar tuntutan itu dan belakangan polisi menetapkan Ahok sebagai tersangka. Meski begitu, FPI dan Rizieq masih akan melaksanakan unjuk rasa 2 Desember mendatang menuntut Ahok ditahan.

"Siapapun orangnya di negara ini tidak boleh melarang unjuk rasa yang dijamin oleh undang-undang. Presiden sekalipun," kata Rizieq. Ia menambahkan adanya ancaman pidana bagi yang menghadang unjuk rasa.

ANDRY SURYAWENATA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments