hero
Ilustrasi Setya Novanto di depan Kompleks Parlemen. (NET.Z/Adli)

EDITOR : REZA ADITYA

22 November 2016, 15:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Presiden Joko Widodo tak mau ikut campur atas usulan Partai Golkar yang ingin mengangkat kembali Setya Novanto sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Jokowi mengklaim Istana tak ikut campur atas keputusan itu.

"Itu urusan Golkar dan DPR, dasar hukum penetapan ketua kan oleh rapat paripurna," kata Jokowi, di Kompleks Kepresidenan, Selasa, 22 November 2016. "Jawabannya ya itu ada di internal Partai Golkar."

Saat ditanya terkait dukungannya untuk menaikan kembali Novanto sebagai ketua parlemen, Jokowi emoh menjawab. 

Sebelumnya, dalam rapat internal di Slipi, Golkar membahas kemungkinan Novanto diangkat lagi menjadi ketua parlemen. Ketua Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Golkar, Yorrys Raweyai,mengakui hal itu.

Yorrys mengatakan usulan menunjuk Novanto sebagai Ketua DPR untuk mengangkat wibawa partai beringin. Musababnya, rekam jejak Novanto terbukti bersih dari dugaan kasus 'Papa Minta Saham'.

Ketua Umum Golkar Setya Novanto. (NET)

 

Bukti tidak adanya keterlibatan Novanto dalam kasus 'Papa Minta Saham' itu juga diperkuat dengan keputusan Mahkamah Konstitusi. Pada September kemarin, Mahkamah memutuskan bahwa frasa "pemufakatan jahat" dalam Pasal 15 UU Tipikor yang menjerat Novanto dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi kasus itu tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Mahkamah juga menilai bukti rekaman yang diambil bekas Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti. Musababnya, rekaman itu bukan diambil oleh penegak hukum.

Selain itu, hasil sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang menjatuhkan sanksi pemberhetian Novanto sebagai Ketua DPR sudah tidak berlaku. Musababnya, pada September kemarin MKD mengeluarkan surat peninjauan kembali kepada Novanto. Isinya, kasus 'Papa Minta Saham' sudah tidak memenuhi syarat hukum.

Inilah yang membuat Partai Golkar berencana membopong Novanto kembali menjadi pimpinan wakil rakyat.

REYSKA RAMDHANY | TIM LIPUTAN 

BACA JUGA:
Meski Tersangka, Golkar Tetap Dukung Ahok

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments