hero
Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Masjid Ar-riyadh, Kwitang, Jakarta Pusat. (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

20 November 2016, 15:15 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama merupakan kasus yang pelik. Ia mengaku sempat dilema apakah akan menggulirkan kasus ini ke tingkat penyidikan atau memutuskan untuk menunda.

Kehati-hatian ini terkait dengan adanya peraturan internal kepolisian, yang mengatur agar penyelesaian kasus-kasus soal calon kepala daerah dilakukan setelah Pemilihan selesai. Namun disisi lain, ia melihat bahwa kasus ini menjadi perhatian publik.

Basuki Tjahaja Purnama diperiksa Bareskrim. (NET)

"Saya dilematis dalam kasus ini, apakah akan digulirkan atau tidak," ujarnya di Masjid Ar-riyadh, Jakarta Pusat, Minggu, 20 November 2016.

Tito menjelaskan, ia kemudian melakukan diskusi dengan jajarannya terlebih dahulu sebelum menentukan langkah selanjutnya. ia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kasus tersebut dan melakukan gelar perkara.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian umumkan hasil gelar perkara. (NET)

Tito melanjutkan, setelah mendengarkan dan menganalisis semua materi gelar perkara yang ada, kepolisian akhirnya menetapkan Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka.

"Saya akui ini sangat sensitif, itu resiko yang harus saya ambil," tambahnya.

#AksiDamai411 di depan Istana Negara. (NET)

Meski demikian, Tito mengimbau agar masyarakat menyerahkan proses hukum kepada Polri. "Kami akan selesaikan segera dalam tiga minggu ke kejaksaan. Kasus ini akan diusut secara objektif dan profesional," ujarnya.

Tito menegaskan, setelah dilimpahkan ke kejaksaan, berkas perkara Ahok akan terus dipantau oleh pihaknya.

BACA JUGA:
Kapolri: Hargai Hasil Gelar Perkara Ahok
Alasan Kapolri Tak Langsung Tahan Ahok
Ini Kata Polisi Soal Perkara Ahok dan Buni Yani
Ahok Tersangka, Ini Komentar Organisasi Agama

"Setelah itu urusan jaksa. Tapi kami akan dorong kejaksaan untuk mempercepat proses ke pengadilan," tambah Tito.

Dia meminta masyarakat bersabar dan menunggu proses hukum yang berlaku. Dia menjanjikan, baik kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan akan transparan dalam penanganan hukum perkara ini.

Karenanya, dia mengingatkan kembali agar masyarakat tidak reaktif dan tidak mengaitkannya ke isu SARA menanggapi dugaan penistaan agama, karena ucapan tersebut dilontarkan oleh personal.

"Mungkin sidangnya boleh diliput dan dihadiri seperti sidang Jessica. Kalau kemarin yang liput sidang Jessica hanya sebagian kecil, mungkin sidang ini akan diliput semua media massa. Kita lihat hasil persidangannya nanti," pungkasnya.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments