hero
Rizieq Shihab (tengah) dan sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam GNPF MUI memberikan keterangan terkait aksi damai gelombang ketiga (NET/Rebbeca)

EDITOR : REZA ADITYA

18 November 2016, 13:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sejumlah organisasi masyarakat Islam akan kembali menggelar aksi damai terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Aksi damai gelombang ketiga ini, rencananya dilakukan pada 2 Desember 2016.

"Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) memutuskan aksi bela Islam gelombang ketiga," kata pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Jumat, 18 November 2016.

Rizieq mengklaim aksi damai gelombang ketiga itu sebagai bentuk dari kekecewaan sejumlah umat Islam kepada Polri. Musababnya, Polri tidak langsung menahan Ahok setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

Juru bicara FPI Munarman berharap aksi damai gelombang ketiga sejumlah organisasi Islam itu tidak dihalang-halangi aparat. "Apabila ada pihak yang mencoba untuk menghalang-halangi orang menyatakan pendapat dan berkumpul justru dia bisa dipidana," kata dia.

Aksi damai itu, kata Munarman, hanya meminta Polri menerapkan sejumlah pasal sangkaan kepada Ahok. Misalnya, terkait Pasal 156a KUHP. Menurut Munarman, seorang yang disangka dengan pasal itu harus langsung ditahan.

Rizieq, Munarman dan sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam GNPF MUI tak terima alasan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait tidak ditahannya Ahok setelah tersangka. Mereka memilih terjun lagi ke sekitar Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin pada 2 Desember 2016 nanti.

Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama saat di Rumah Lembang. (NET)

 

Padahal, sebelumnya Jenderal Tito membeberkan alasan tak langsung menahan Ahok setelah tersangka. "Bahwa setiap kasus yang diancam hukuman lima tahun dan kasus tertentu tidak harus dilakukan penahanan," kata Tito, Rabu kemarin.

"Kalau ada desakan  dari sejumlah pihak untuk melakukan penahanan ini kami tanyakan ada apa," ujar dia. Tito malah menduga desakan sejumlah pihak yang ingin Ahok menjadi pesakitan lantaran adanya agenda tersembunyi lain yang mengesampingkan fakta hukum hasil gelar perkara.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maaruf Amin juga meminta kepada sejumlah organisasi Islam itu tak kembali menggelar aksi damai. Apalagi, membawa atribut pembela fatwa MUI dalam aksi damai lanjutannya itu. 

"Saya berharap sebaiknya sudah tidak perlu lagi ada demo karena kan keinginan masyarakat sudah dipenuhi," ujar Maaruf. "Proses hukum sudah dijalankan. Jadi untuk apa lagi ada demo."

DESTYA PURI | VINO FERNANDO |

BACA JUGA:
Doa Bersama untuk Kedamaian Negeri
Alasan Kapolri Tak Langsung Tahan Ahok

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments