hero
Presiden AS Terpilih Donald J. Trump. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

17 November 2016, 12:15 WIB

AMERIKA SERIKAT

Direktur Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) Michael Rogers menuding ada sebuah negara yang mempengaruhi kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Rogers menuding negara itu adalah Rusia.

“Ini bukan sesuatu yang dilakukan secara kebetulan, ini bukan target yang dipilih murni sewenang-wenang,” kata Rogers dalam sebuah diskusi di Wall Street Journal dan dilansir International Business Times, Kamis, 17 November 2016.

Tudingan Rogers diperkuat setelah pada Oktober lalu, Komunitas Intelijen Amerika Serikat (USIC) menemukan ratusan surat elektronik yang berasal dari pemerintah Negeri Beruang Merah. Kemudian adanya temuan pencurian dan peretasan sejumlah situs data pemilih.

Direktur NSA Michael Rogers (ibtimes.com)

 

“Pencurian ini dimaksudkan mengangu proses pemilihan di Amerika Serikat,” ujar dia. “Ini adalah upaya yang dilakukan sebuah negara tertentu.”

Fakta yang lebih menguatkan adalah setelah penutupan penghitungan suara pemilihan presiden, Trump selaku pemenang langsung berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin.

Salah satu tim media Trump membenarkan adanya komunikasi dengan Putin itu. “Kedua tokoh membahas soal serangkaian isu termasuk  ancaman dan tantangan yang dihadapi AS-Rusia. Juga membahas soal  isu ekonomi.”

RIZKY WIKA |IBTIMES

BACA JUGA:
Pemerintahan Trump Berpotensi Jadi Otoritarian
Trump Jadi Presiden AS, Korea Utara Tak Peduli
Trump akan Deportasi 3 Juta Orang

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments