hero
Presiden terpilih Amerika Donald Trump. (REUTERS)

EDITOR : TITO SIANIPAR

15 November 2016, 13:47 WIB

AMERIKA SERIKAT

Kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden Amerika membuat sejumlah pihak gelisah dan turun ke jalan. Meski belum resmi berkuasa, Trump dinilai bisa menjadi pemerintah yang otoriter.

Pendapat itu disampaikan Edward Snowden, buronan pemerintah Amerika, dalam telekonferensi dengan Universitas Buenos Aires, Argentina, Senin, 14 November 2016 lalu. Snowden yang membocorkan data intelejen Amerika dan kini menetap di Rusia.

Snowden menilai terdapat perbedaan besar antara pemerintahan Barack Obama dengan Trump nanti. "Mereka punya nilai-nilai yang berbeda dan Trump bisa memerintah dalam kegelapan," kata mantan kontraktor agensi intelejen Amerika itu.

Snowden saat telekonferensi. (REUTERS)

Menurut Snowden, Trump berpotensi membentuk pemerintahan yang otoriter terkait kebijakan-kebijakan yang akan dibuatnya. "Ini adalah tantangan yang dihadapi warga Amerika sebagai hasil dari pemilihan presiden yang baru lalu," kata dia.

Dalam kampanyenya, Trump menjanjikan sejumlah hal yang mendapat tentangan besar dari kelompok pro demokrasi. Antara lain meningkatkan pengawasan pada komunitas muslim, deportasi massal imigran ilegal, hingga mengubah undang-undang yang membatasi pers.

Menurut Snowden, check and balances sebagai tonggak demokrasi yang selama ini ada di Amerika bisa hilang pada masa pemerintahan Trump. "Kami menuju tanah otoriterianisme," ujarnya.

REUTERS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments