hero
Ilustrasi kapal penculikan. (PIXABAY)

EDITOR : REZA ADITYA

9 November 2016, 11:00 WIB

INDONESIA

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyayangkan terjadinya kembali penculikan dua anak buah kapal warga Indonesia di perairan Sabah, Malaysia. Ryamizard justru menuding dua warga negara Indonesia yang bekerja di kapal berbendera Malaysia itu tidak disiplin.

"Sudah beberapa kali kejadian kok tidak peka ya," kata Ryamizard, Selasa, 8 November 2016 malam. "Kalau sudah sering kejadian masing-masing harus mawas diri dan lebih peka serta hati-hati."

Ryamizard geram lantaran lagi-lagi pemerintah Indonesia harus menghabiskan energi untuk membebaskan WNI yang disandera itu. "Kita juga akan selamatkan, tapi bukan itu saja kerjaan kita terus menerus. Banyak kerjaan lain," ujar dia. "Saya menyesalkan itu."

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (SETKAB.GO.ID)

 

Meski demikian, Rymizard berjanji akan kembali membebaskan dua warga negara Indonesia itu. Dia mengatakan akan meminta bantuan kepada dua negara, Malaysia dan Filipina.

Dua warga Indonesia yang bekerja di kapal berbendera Malaysia, diculik di perairan Sabah pada 5 November lalu. Mereka diduga diculik oleh kelompok bersenjata Filipina pimpinan Abu Sayyaf.

Dua nakhoda tersebut berasal dari Buton dengan identitas masing-masing kapal SSK 00520 dan SN 1154/ 4F. Berbagai cara dilakukan pemerintah Indonesia untuk membebaskan warganya yang diduga disandera kelompok Abu Sayyaf.

Menteri Luar Negeri Retno Priansari Marsudi pun menemui Menteri Besar Sabah dato Musa Aman untuk membahas penculikan ini. Eastern Sabah Security Command (ESSCOM), armada Malaysia yang bertanggung jawab atas keamanan perairan Sabah dikerahkan.

NADIA SAGARA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments