hero
Massa lakukan #AksiDamai411 di jakarta (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

6 November 2016, 15:25 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Video Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berdiskusi dengan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada Selasa 27 September 2016 lalu yang diunggah Buni Yani menjadi viral dan berujung pada #AksiDamai411.

Dalam postingan itu, Buni menafsirkan calon gubernur petanaha itu telah melakukan tindakan kurang pantas. Masyarakat lalu menganggapnya sebagai penistaan agama, kasus ini kemudian membesar dan tengah diselidiki oleh kepolisian.

Postingan Buni Yani soal Ahok (NET)

Sejumlah tokoh kemudian diperiksa terkait perkara tersebut. Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab juga ikut dimintai keterangan terkait bagaimana arti penistaan yang dimaksud.

Ahok pun bersedia mengikuti proses hukum dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepadanya. Ahok bersedia dipenjara jika dia sengaja membuat gaduh negara karena ucapannya.

Basuki Tjahaja Purnama penuhi panggilan Bareskrim (NET)

Namun, Ahok juga berharap Buni Yani pengunggah video soal Surat Al-Maidah 51 juga diproses hukum. Ahok kembali menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat untuk menghina Al-Quran atau menistakan agama.

"Orang tua angkat saya muslim, Jadi, bagaimana mungkin saya menghina?" ujar Ahok, Sabtu, 5 November kemarin.

Masyarakat lakukan #AksiDamai411 (NET)

Ahok menyayangkan atas kesalahan yang dilakukan Buni Yani tersebut. Buni sendiri sudah mengaku bahwa dia mengedit video yang jadi viral tersebut. 

Dalam sebuah program talk show yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta, pengunggah pertama rekaman video Ahok itu mengakui ada kesalahan saat mentranskrip ucapan Ahok dalam video tersebut. Kesalahan yang dimaksud adalah tidak adanya kata “pakai”.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (NET)

"Jelas kok, ini ada aturan proses hukumnya," tambah Ahok.

Menanggapi kisruh itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya akan menyelidiki laporan yang dibuat oleh masyarakat dan melakukan gelar perkara terhadap dua kasus tersebut. Jika terbukti ada unsur pidana, Tito menegaskan tidak ragu-ragu menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan.

"Kita juga akan tetapkan tersangka setelah proses gelar perkara selesai, silakan media meliput," ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Sabtu, 5 November kemarin.

BACA JUGA:
Kata Ahok soal Demo 4 November
Pengunggah Video Ahok Sebut Postingannya untuk Kritik Pemerintah
Kapolri Sesalkan #AksiDamai411 Berujung Anarkis
Polisi Usut Tafsiran Surat Al Maidah Ahok

Sebelumnya, Dugaan penistaan agama yang dialamatkan kepada Ahok sedang ditangani Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, sedangkan laporan masyarakat terhadap Buni Yani ditindaklanjuti Polda Metro Jaya.

Mendengar pernyataan Kapolri, Buni Yani melalui kuasa hukumnya Aldwin Rahadian menyatakan kekecewaannya. Dirinya menilai ucapan polisi yang mengatakan apa yang diunggah Buni menjadi viral dan membuat publik marah, sudah mendahului proses penyidikan karena kliennya belum pernah diperiksa.

Buni Yani dan Aldwin Rahadian (NET)

“Memang kenapa kalau viral?. Bareskrim Polri bahkan sudah sampaikan itu, kita harap polisi fair,” ujarnya, Minggu, 6 November 2016.

Aldwin mengatakan, apa yang disampaikan Buni bukan hasil transkrip seperti yang dilontarkan Basuki. Menurut dia, itu merupakan hasil pemikiran dari kliennya.

“Itu pendapat pribadi, Buni sampaikan itu ke publik untuk dikritisi,” tandasnya.

ARKAN DHANU | ADAM sURYA | MAYFREE SYARII

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments