hero
Laser anti drone. (THE SUN)

EDITOR : AULIA RAHMAT

4 November 2016, 12:20 WIB

AMERIKA SERIKAT

Militer Amerika Serikat membuat sebuah laser penangkal drone yang bisa diletakan di badan tank baja. Alat ini diciptakan untuk menangkal serangan udara dari musuh yang selama ini tidak bisa dikendalikan. 

Pada saat diuji coba laser berkekuatan 2 kilo watt ini mampu menghancurkan 21 dari 23 drone yang terbang menyebar diatas tank tempur Stryker.  Alat ini diperkirakan siap digunakan dalam 11 bulan kedepan. Kapasitasnya bahkan akan ditingkatkan menjadi 5 kilo watt.

Tank tempur Stryker. (THE SUN)

Pada bulan Juni 2016 peranti serupa lebih dahulu telah dikembangkan oleh Angkatan Laut AS (US Navy). Laser yang mereka ciptakan memiliki kekuatan yang lebih besar, yakni 30 kilo watt. Bedanya, laser tersebut tidak bisa dilekatkan pada tank tempur. Laser milik Angkatan Laut hanya bisa digunakan saat kendaraan pengangkut sedang dalam kondisi tidak bergerak. 

Untuk mewujudkan mimpinya, Pentagon (Departemen Pertahanan AS) telah mengeluarkan dana sebesar Rp 488 miliar untuk memproduksi laser-laser tersebut. Agar bisa menangkal serang udara dalam jumlah besar kedua laser ini akan dijadikan satu. 

Drone milik Rusia terpantau sedang mengawasi wilayah Allepo, Suriah. (THE SUN)

Proyek pembuatan laser dicanangkan tidak lama setelah drone milik Rusia tersingkap di Internet. Drone terlihat sedang melakukan pemantauan di wilayah udara Allepo, Suriah. 

Selama ini drone dan peluru kendali telah menjadi momok menakutkan bagi tentara AS. Pesawat tanpa awak tersebut bisa terbang rendah untuk memantau kekuatan musuh. Setelah informasi diperoleh secara lengkap, drone ini akan menyerang secara tiba-tiba menggunakan bahan peledak. 

THE SUN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments