hero
Suasana sidang praperadilan Irman Gusman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

EDITOR : OCTOBRYAN

2 November 2016, 20:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan gugatan praperadilan yang diajukan mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman. Irman sebelumnya menggugat status tersangka yang dikenakan Komisi Pemberantasan Korupsi atas kasus suap gula impor.

"Mengadili dan menyatakan, permohonan pemohon praperadilan gugur dengan segala akibat hukum," ujar Hakim I Wayan Karya saat membacakan amar putusan, Selasa, 2 November 2016.

 Hakim I Wayan Karya saat membacakan amar putusan (NET\Octa)

Dalam pertimbangannya, Wayan menilai permohonan praperadilan itu tidak dapat diterima lantaran berkas perkara Irman sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pekan lalu.

Menurut Wayan, berkas perkara atas nama Irman Gusman dalam perkara suap gula impor sudah lengkap atau dinyatakan P-21. Dengan demikian, status senator asal Sumatera Barat ini sudah berubah menjadi terdakwa.

Kuasa hukum Irman Gusman (NET\Octa)

"Kewenangan penyidik sudah selesai. Perkara ini selanjutnya beralih ke Pengadilan Tipikor Jakarta," tambahnya.

Lantaran perkara pokok sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, sedangkan persidangan permohonan praperadilan belum selesai. Maka, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, KUHAP, dan Peraturan Mahkamah Agung nomor 4 tahun 2016 maka permohonan praperadilan dinyatakan gugur.

"Karena gugur, hakim tidak mempertimbangkan permohonan lain," pungkasnya.

BACA JUGA:
Irman Gusman Praperadilankan KPK
Atas Nama Wakil Rakyat, Alasan Irman Gusman Korupsi Gula
Mengaku Sahabat, Wapres JK Beri Support Irman di Tahanan
Terima Rp 100 Juta, Irman Gusman Jadi Tersangka

Usai sidang, kuasa hukum Irman Gusman, Rasman Nasution mengatakan bahwa berkas perkara yang dilimpahkan ke pengadilan tidak sah. Pasalnya, Irman tidak menandatangani berkas perkara tersebut.

"Pelimpahan ini dipaksakan. Klien kami tidak ada satu pun tanda tangan pelimpahan berkas itu," ujarnya.

Irman Gusman mengajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan, terkait kasus suap gula impor, yang menjadikan dia sebagai tersangka dan ditahan KPK. Karena kasus ini juga Irman diberhentikan dari jabatan Ketua DPD.

Irman dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

OCTA BARRY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments