hero
SBY memberikan keterangan pers di Cikeas (NET/Chelzea)

EDITOR : REZA ADITYA

2 November 2016, 11:40 WIB

INDONESIA

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono buka suara terkait rencana demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan sejumlah organisasi masyarakat Islam pada 4 November 2016 nanti. Dia mempersilakan massa menuangkan aspirasinya lewat unjuk rasa. 

"Karena unjuk rasa bukanlah sebuah kejahatan politik," kata Yudhoyono, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Cikeas, Rabu, 2 November 2016. "Asal tidak anarkis."

Yudhoyono sadar aksi unjuk rasa itu sebagai ungkapan kekecewaan massa terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut dia, massa juga harus berpikiran jernih dalam menyikapi hal tersebut.

"Apa yang diucapkan Ahok berkaitan dengan surat Al Maidah sebenarnya bukan pelanggaran aturan Komisi Pemiilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta," kata Yudhoyono. "Bukan termasuk aturan kampanye."

SBY Menyampaikan Isu Terkait Ahok dan Demo 4 November (NET/Chelzea)

 

Tapi, kata Yudhoyono, yang diucapkan Ahok terkait surat Al Maidah itu berkaitan dengan tindak pidana. "Ada atau tidak ada pemilihan gubernur ini tetap harus diselesaikan, tolong dipisahkan," kata Presiden ke-6 Republik Indonesia itu.

Lebih lanjut Yudhoyono juga menilai jika Ahok diproses secara hukum terkait pernyatannya, mantan Bupati Belitung Timur itu tidak akan kehilangan statusnya sebagai calon gubernur DKI. Menurut dia, Ahok tetap bisa bertarung di memperebutkan kursi DKI-1.

"Saya pribadi dan Demokrat berpendapat pilgub Jakarta, harusnya tetap diikuti oleh tiga pasangan calon. Mereka harus tetap diberikan kesempatan yang sama," kata dia. "Nanti rakyat Jakarta yang akan menentukan siapa yang menurut mereka paling tepat memimpin Jakarta."

Yudhyono juga tak ingin Ahok tak bisa bersaing alias walkover (WO) lantaran terjerat kasus dugaan penistaan agama. "Biarkan peluang dan kesempatan kompetisi secara sehat," ujar dia. "Kami tak ingin masalah politik, sosial, agama menjadi masalah keamanan, lepas kendali sehingga bisa menimbulkan situasi lebih buruk."

Menurut Yudhoyono, permasalahan pemilihan gubernur DKI Jakarta dalam sepekan ini diakuinya mulai memanas. Memanasnya situasi setelah beredar pernyataan Ahok terkait surat Al Maidah di Kepulauan Seribu. Dia berharap situasi dapat berjalan normal dalam waktu dekat. 

"Jangan sampai 250 juta warga disandera oleh urusan satu orang," ujar Yudhoyono. "Saya kira tak benar kehidupan bernegara ini karena urusan satu orang yang tak bisa kita selesaikan secara benar dan bijak."

CHELZEA VERHOEVEN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments