hero
Rodi menunjukkan foto Anggi (NET\Triyono)

EDITOR : OCTOBRYAN

29 Oktober 2016, 18:35 WIB

KOTA TEGAL, INDONESIA

Kekhawatiran Rodi, 40 tahun, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal terhadap keadaan anaknya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia membuatnya mengadu ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dan BNP2TKI Tegal.

Ia mendapat kabar bahwa putrinya, Anggi Rizky Mulyani, 17 tahun, mengalami kekerasan oleh sang majikan dari sang istri. 

Rodi menunjukkan ijazah dan foto Anggi (NET\Triyono)

Rodi menjelaskan, anaknya berangkat ke Malaysia pada awal Februari 2016 bersama ibunya, Lis Purwanti, 39 tahun, melalui jasa seorang warga Brebes menggunakan paspor umroh.

Keberangkatan mereka ke Negeri Jiran untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Namun, sesampainya disana, Anggi dan ibunya bekerja di tempat berbeda. Ibunya bekerja di Johor, sementara Anggi mendapat tempat di Kuala Lumpur.

Rodi dan anak-anaknya (NET\Triyono)

Anggi, lanjut Rodi, selama bekerja tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi, ia pun mengetahui kondisi anaknya lewat pesan yang disampaikan istrinya.

"Anggi ngumpet-ngumpet kirim pesan ke ibunya. Ia cerita sering dipukuli majikan. Makanya saya mau lapor," ujarnya, Sabtu 29 Oktober 2016.

Di rumah inilah Rodi dan empat anaknya tinggal (NET\Triyono)

Rodi mengatakan, anak dan istrinya terpaksa merantau ke Malaysia lantaran terhimpit ekonomi. Penghasilannya sebagai sopir tidak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Rodi awalnya sempat melarang anaknya berangkat ke Malaysia, tapi iming-iming gaji besar dan bujukan sang istri akhirnya membuatnya luluh.

Rodi menunjukkan foto Anggi (NET\Triyono)

"Ya mau bagaimana, saya inginnya dia bisa pulang tapi tidak bisa," tambahnya.

Dirinya makin khawatir, pasalnya selama beberapa bulan terakhir, dia tidak bisa menghubungi Anggi. Dirinya mengaku terakhir berkomunikasi ketika anaknya mengirim uang gaji enam bulan yang lalu.

"Tidak tahu apakah sisanya dibayar atau tidak," pasrahnya.

Rodi kini hanya bisa pasrah, pihak Dinsosnakertrans menyarankannya untuk melapor ke polisi terlebih dahulu. "Disuruh lapor ke polisi, karena Anggi juga masih dibawah umur," lirihnya.

TRIYONO SAEFULLOH

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments