EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

27 Oktober 2016, 06:05 WIB

KABUPATEN CIAMIS, INDONESIA

Tahu bulat…

Digoreng dadakan di mobil…

Lima ratusan, halo…

Lagu tahu bulat belakangan ini sering kita dengar di sudut-sudut jalan. Menggunakan mobil bak terbuka dengan rekaman suara speaker menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk membeli makanan ringan ini. Yup! cara penjualan unik ini memang sengaja dipilih oleh perusahaan pembuat tahu bulat untuk memasarkan produknya. Nggak heran, dengan bentuknya yang nggak biasa serta memiliki rasa gurih membuat panganan ini kerap diburu masyarakat.

Pembuatan tahu bulat. (NET/Yopi Andrias)

Sebenarnya tahu bulat sendiri sudah ada sejak lama namun baru booming akhir-akhir ini. Salah satu pemasok tahu bulat terbesar adalah PT. Asian Nanjung Sejahtera yang terletak di Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Perusahaan ini didirikan oleh Aan Targana pada 2009 dan terus berkembang hingga saat ini.

Pembuatan tahu bulat. (NET/Yopi Andrias)

"Kalau jualan di mobil pertama kali di Cilacap kurang lebih tahun 2010 dan Alhamdulillah sampai saat ini. Penjualan pakai mobil, speaker orang-orang lebih melihat ada keunikan lebih. Intinya untuk menarik para konsumen" ujar Doni Berkah, manajer PT. Asian Nanjung Sejahtera.

Proses produksi tahu bulat di pabrik ini masih sama dengan tahu kotak. Tahu dengan bahan baku kedelai dimasukkan ke dalam karung dan ditekan menggunakan mesin pres untuk mengurangi kadar airnya. Selanjutnya, bahan tahu bulat digiling menggunakan mesin dan dicampur dengan bumbu alami serta rempah-rempah tanpa bahan pengawet kimia.

Tahu bulat. (NET/Yopi Andrias)

Menggunakan empat mesin pencetak tahu bulat, pabrik ini mampu menghasilkan 1 juta butir tahu bulat setiap hari. Tahu bulat di pabrik ini bisa bertahan hingga 2 minggu jika ditempatkan di dalam lemari pendingin dan 3 hari di luar lemari pendingin. Meskipun telah mampu memproduksi tahu dengan skala besar namun, pihak manajemen masih merasa mesin yang digunakan kurang canggih.

Bahan baku tahu bulat. (NET/Yopi Andrias)

"Kendalanya mesin-mesin kita ini masih semi otomatis belum seperti pabrik yang benar-benar mantap teknologinya.  Kita masih kendalanya di teknologi tapi mudah-mudahan tahun 2017 sudah bisa nembus teknologi mana yang akan kita pakai untuk proses produksi ini " imbuh Doni Berkah.

Bahan baku tahu bulat. (NET/Yopi Andrias)

Seiring dengan berkembangkan perusahaan, pabrik ini memiliki 120 karyawan dari awalnya hanya sekitar 10 karyawan. Awal berdiri, perusahaan ini hanya bermodal Rp 50 juta. Saat ini omzet yang dihasilkan hingga ratusan juta per hari. Harga jual tahu bulat dari pabrik ini hanya Rp 200, di pasaran sendiri dijual Rp 500. Produk tahu bulat Ciamis ini dipasarkan ke sejumlah wilayah di tanah air seperti wilayah Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga ke Lampung. Ditargetkan pemasaran produk tahu bulat ini akan merambah pasar di Wilayah Asia Tenggara tahun 2017 mendatang. Saat ini sejumlah terobosan juga tengah dipersiapkan.

YOPI ANDRIAS

14

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments