hero
Rumah istri ketiga Dimas Kanjeng disita petugas (NET\Mahfudz)

EDITOR : OCTOBRYAN

22 Oktober 2016, 19:00 WIB

JAWA TIMUR, INDONESIA

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Timur terus memburu barang bukti tambahan dalam penyidikan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Sebanyak 24 aset yang menjadi sasaran utama itu berada di empat lokasi di Kabupaten dan Kota Probolinggo Yaitu, 7 titik di Kecamatan Kraksaan, 13 titik di Kecamatan Gading, 3 titik di Krejengan, dan 1 titik di Kademangan. Termasuk rumah istri ketiga dan kedua Dimas Kanjeng, yaitu Mafeni dan Laila.

Polda Jatim sita aset Dimas Kanjeng (NET\Mahfudz)

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin bersama Wadireskrimum Polda Jatim AKBP Yoyon Tony Surya Putra, langsung turun ke lokasi Rumah Mafeni, istri ketiga Dimas Kanjeng, di Dusun Karang Dampit, Desa Kebon Agung, Kecamatan Kraksaan. Dari rumah megah bernilai Rp 3 miliar itu petugas hanya menyita dua banner spanduk dan kotak peti berukuran 40 x 40 sentimeter.

Setelah itu, tim menyisir rumah Laila, istri kedua Dimas Kanjeng, di Perumahan Jati Asri, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo. Setelah tiga jam, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya uang puluhan juta rupiah, lima sertifikat rumah dan tanah, serta dua BPKB mobil. 

Polda Jatim sita aset Dimas Kanjeng (NET\Mahfudz)

Tim juga mengecek lantai rumah Laila menggunakan linggis. Hal itu dilakukan untuk mengecek adakah bungker yang tertanam dalam rumah tersebut. Namun, hasilnya nihil.

AKBP Yoyon Tony Surya Putra mengatakan, penggeledahan itu bagian dari penyidikan. Targetnya adalah menemukan dokumen dan barang bukti yang berkaitan dengan kasus penipuan. Misalnya kuitansi, tanda terima mahar, bukti mahar, rekening, bukti transfer, dan formulir pendaftaran santri.

Polda Jatim sita aset Dimas Kanjeng (NET\Mahfudz)

"Ini baru sebagian dari target geledah kita. Meski yang ditemukan berbeda tapi ada beberapa dokumen kita amankan seperti sertifikat rumah, BPKB kendaraan, dan beberapa unit mobil," ujarnya, Sabtu, 22 Oktober 2016.

Selain dua rumah yang ditempati Mafeni dan Laila, sasaran utama lain tim penggeledahan adalah kantor CV Java Sultan Indonesia. Kantor ini milik Ismail Marzuki, salah satu sultan Dimas Kanjeng. Meski tidak menemukan barang hasil kejahatan, petugas memasang garis polisi untuk menyegel bangunan tersebut.

Mafeni, Istri ketiga Kanjeng Dimas (NET\Mahfudz) 

"Sudah lama kosong bangunannya. Kunci diserahkan pada saya oleh pembantu Sultan. Mereka ketakutan," ungkap Nanik Sutimah, penjaga gedung.

BACA JUGA:
Kisah Pengacara Dimas Kanjeng yang Ditipu Kliennya
MUI Nilai Ajaran Dimas Kanjeng Sesat
Antropolog: Fenomena Dimas Kanjeng Cermin Budaya Instan Masyarakat Indonesia
Siapa Dimas Kanjeng Taat Pribadi?

Sebelumnya, Kasus dugaan penipuan yang dilakukan Taat Pribadi muncul setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Ismail Hidayah dan Abdul Ghani. Dua pria itu adalah murid Taat Pribadi. Diduga, motif pembunuhan itu adalah khawatir keduanya membongkar praktek penipuan yang dilakukan Taat Pribadi selama ini.

Dimas Kanjeng memiliki ribuan murid yang tersebar di berbagai daerah, di antaranya Makassar, Sulawesi Selatan; Samarinda, Kalimantan Timur; dan Cianjur, Jawa Barat. Dari murid-muridnya itulah, dia mendapat “setoran” uang yang dia sebut sebagai uang mahar. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Dimas Kanjeng sebagai tersangka.

MAHFUDZ SUNARJIE

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments