hero
TKI bermasalah dipulangkan melalui Pos Lintas Batas Entikong, Kalimantan Barat. (NET\Agus)

EDITOR : OCTOBRYAN

22 Oktober 2016, 13:05 WIB

KALIMANTAN BARAT, INDONESIA

Bekerja di luar negeri tanpa legalitas yang jelas membuat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia harus berhadapan dengan sejumlah masalah. Salah satunya adalah dideportasi atau pemulangan TKI ke tanah air. Hal itu terjadi pada 78 Tenaga Kerja Indonesia di Pos Lintas Batas Negara Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu, 22 Oktober 2016.

Petugas Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Reinhard mengatakan pemulangan paksa ini terkait masalah pelanggaran aturan imigrasi. Pasalnya, mereka rata-rata tidak punya dokumen dan masuk ke Malaysia tanpa paspor melalui jalur ilegal. Selain itu, ada yang memiliki dokumen tapi tidak memiliki izin kerja.

TKI bermasalah dipulangkan Malaysia (NET\Agus)

"Dari hasil pengecekan, mereka dideportasi karena masalah keimigrasian yang tidak sesuai peruntukan. Seluruhnya ada 78 WNI termasuk anak kecil," ujarnya.

Reinhard menambahkan, setelah selesai dilakukan pengecekan dan pendataan, para TKI itu langsung dipulangkan menggunakan bus ke dinas sosial provinsi Kalbar untuk di pulangkan ke daerah asal mereka.

TKI bermasalah dipulangkan Malaysia(NET\Agus)

Lebih jauh, ia mengatakan dari 78 TKI tersebut, diantaranya 73 dewasa dan lima anak-anak yang sebanyak 31 diantaranya berasal dari Kalimantan Barat, 11 orang dari Nusa Tenggara Barat, 19 orang dari Sulawesi Selatan,  dua orang dari Jawa Barat, satu orang dari Nusa Tenggara Barat, dan satu orang dari Kalimantan Timur.

"Selesai pendataan, semuanya akan kami pulangkan ke daerah asal menggunakan kapal laut," tambahnya.

TKI bermasalah didata oleh petugas (NET\Agus)

Sementara itu, Susanti, WNI asal Sulawesi Selatan mengaku kepergiannya ke Negeri Jiran itu untuk mengadu nasib sebagai TKI lantaran susahnya mendapatkan pekerjaan di daerahnya. Bersama orang tua dan dua anak kembarnya, Susanti nekat masuk melalui hutan belantara di Kalimantan Barat.  Mereka dibawa oleh agen tenaga kerja masuk Malaysia melalui jalur tidak resmi atau biasa disebut jalur tikus.

"Agen bawa saya melalui hutan, tapi tertangkap Polisi Malaysia. Saya terpisah dengan orang tua sekarang," cemasnya.

Sebelumnya, Konsulat Jenderal RI di Malaysia mengatakan terjadi peningkatan jumlah TKI dalam beberapa bulan terakhir yang ditangkap oleh polisi Malaysia karena melanggar peraturan imigrasi. Pemerintah Malaysia mulai melakukan sejumlah penindakan tegas terhadap TKI bermasalah melalui Peraturan Pendatang Asing Tanpa Izin. Mereka yang tertangkap biasanya divonis tiga hingga empat bulan, tetapi sekarang minimal 14 hingga 20 bulan. 

AGUS SETIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments