hero
BEM-SI gelar demonstrasi di Istana Negara (NET\Radika)

EDITOR : OCTOBRYAN

21 Oktober 2016, 01:00 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Dua tahun pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla mendapat sorotan tajam dari masyarakat yang belum puas dengan kinerja pemerintah. Demonstrasi BEM Universitas se-Indonesia yang dilakukan Kamis, 20 Oktober 2016, seakan menjadi hadiah untuk Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

Demo yang berlangsung di depan Istana Negara, Jakarta itu diikuti mahasiswa yang berasal dari 44 universitas se-Indonesia. Mereka menuntut Jokowi-JK untuk merealisasikan program yang pro-kerakyatan. Beberapa diantaranya adalah tentang pembangunan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, program tax amnesty yang juga dinilai tak pro-rakyat, penyelesaian kebakaran hutan yang tak selesai-selesai, dan hukuman kebiri yang disebut bukan penyelesaian akar permasalahan. 

Mahasiswa melakukan demonstrasi kritik sejumlah kebijakan pemerintah (NET\Andri)

Para demonstran memakai topeng Jokowi-JK dalam aksi tersebut, mereka juga menilai pemerintahan masih gagal melaksanakan tugasnya. Pemerintah dianggap belum dapat mengusut sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Program nawacita Jokowi dianggap belum berhasil. Dalam aksi damai tersebut, mahasiswa juga menampilkan aksi teatrikal yang menggambarkan ketidakadilan pemerintah terhadap rakyat kecil.

"Presiden hanya membanggakan pembangunan. Program lain yang dibanggakan adalah BPJS, padahal kita tahu bagaimana carut marut program kesehatan pemerintah," ujar Bagus Tito Wibisono mengawali orasinya di depan Istana Negara, Kamis, 20 Oktober 2016.

Mahasiswa menuntut kebijakan Pemerintah Jokowi-JK pro rakyat (NET\Andre) 

Demo diamankan sekitar 300 polisi yang berjaga-jaga di lokasi. Mereka juga menyiagakan water cannon, baracuda dan kendaraan berat lain untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan.

Meski sempat terjadi kericuhan karena mahasiswa  memaksa masuk barikade penjagaan petugas, aksi tersebut berlangsung tertib.

Mahasiswa membakar atribut demontrasi (NET\Radika)

Aksi demontrasi juga terjadi di Yogyakarta, puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri Yogyakarta mengkritik sejumlah kebijakan yang diambil pemerintahan.

Polisi berjaga di depan Istana Kepresidenan (NET\Radika)

Program Nawacita yang diusung Jokowi dengan slogan untuk kesejahteraan rakyat justru dianggap menguntungkan segelintir pengusaha dan elit politik. Salah satunya ialah penggusuran tanah warga pesisir pantai selatan atas proyek pembangunan Bandar Udara di Kabupaten Kulon Progo.

Sebagai simbol ketidakpuasan, mahasiswa kemudian membakar ban dan poster berisi tuntutan kepada pemerintah.

ENDA TARIGAN | ANDREAS SIGIT | ANDRI PRASETYO | RADIKA SUBEKTI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments