hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

17 Oktober 2016, 15:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Dahulu pada tahun 1926 seekor beruang madu milik tentara Kanada, Harry Colebourn, menginspirasi A A Milne untuk menulis novel berjudul  Winnie the Pooh. Sekarang cucu sang tentara, Lindsay Mattick kembali menghadirkan karakter Winnipeg dalam wujud buku gambar anak-anak.

Buku ini dibuat berdasarkan kisah nyata yang diceritakan oleh ibunda Mattick sendiri. Buku bercerita tentang perjalanan Winnipeg, seekor beruang kecil yang kehilangan induknya karena mati diburu. Pada saat itu sang kakek, Harry Colebourn, membawa Winnie pulang lalu merawatnya di rumah. 

"Kakek saya adalah seorang dokter hewan. Ketika terlibat dalam perang dunia pertama dia membawa Winnie berlayar ke Eropa," kata Mattick seperti dikutip APTN.

Buku Finding Winnie Ciptaan Lindsay Mattick. (APTN)

 

Colebourn adalah seorang dokter hewan yang berdinas di militer Kanada. Ketika perang dunia pertama bergejolak ia ditugaskan untuk perang di tanah Eropa. Dalam perjalanannya ia turut membawa Winnie menyebrang samudera Atlantik menggunakan kapal laut. Ia dan pasukan Kanada kemudian berlabuh di Inggris. Ketika hendak menuju medan perang di Prancis, Harry Colebourn sadar jika ini dapat membahayakan keselamatan sang hewan kesayangan. Akhirnya ia menitipkan Winnie kepada kebun binatang London.

Cerita Winnie the Pooh berawal ketika sang novelis AA Milne mengajak anaknya, Crishtoper Robin mengunjungi kebun binatang London. Robin yang waktu itu masih balita sangat menyukai karakter Winnie. Meskipun tergolong hewan buas, Winnipeg sudah biasa berinteraksi dengan manusia. Di kebun binatang beruang madu ini menjadi idola. Saking cintanya pada Winnie, Robin mengganti nama boneka beruang kesayangannya dari Edward menjadi Winnie. Dari situlah AA Milne mempunyai ide untuk menulis novel Winnie the Pooh. Novel yang bercerita tentang beruang kesayangan sang anak Crishtoper Robin.

Winnipeg akrab dengan pengunjung kebun binatang London. (APTN)

Cerita sang ibu lah yang mendorong Mattick untuk membuat buku ini. Seluruh ceritanya menggambarkan kehidupan keluarga Harry Colebourn pada saat memelihara Winnipeg. Ia kemudian bekerjasama dengan Sophie Blackball seorang ilustrator untuk menggambar cerita-cerita tersebut ke dalam sebuah buku.

"Sebenarnya 'Finding Winnie' sudah lama ada dikepala saya. Buku ini adalah cara saya untuk berbagi cerita dan keseruan tentang keluarga saya," Mattic menambahkan.

Winnie meninggal pada tahun 1934, saat ia berusia 20 tahun. Untuk mengenang cerita Harry Colebourn dan Winnipeg, kebun binatang membuat sebuah patung berwujud kakek tua sedang bermain dengan seekor beruang. Tubuh dan tulang belulang Winni diawetkan untuk didonasikan kepada Museum London untuk kepentingan penelitian. 

APTN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments