hero
Sampah styrofoam yang menumpuk (www.ecori.org)

EDITOR : REZA ADITYA

15 Oktober 2016, 13:30 WIB

INDONESIA

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melarang penggunaan styrofoam untuk kemasan makanan dan minuman di seluruh kota kembang. Aturan itu mulai berlaku pada 1 November 2016.

“Pertanggal 1 November 2016, penggunaan styrofoam untuk kemasan makanan dilarang di Kota Bandung,” kata Ridwan Kamil, melalui akun media sosialnya, Sabtu, 15 Oktober 2016. “

Ridwan mengatakan khusus untuk produk mie instan nasional, kebijakan ini akan terus dikomunikasikan langsung kepada produsen. Dia berharap produsen paham dan mentaati kebijakan yang dibuat.

“Yang terbiasa menggunakan styrofoam untuk takeaway di warung makan, pedagang kaki lima (PKL), catering, mohon menyesuaikan,” ujar dia. “Terutama untuk pecinta seblak.”

Menggunungnya sampah styrofoam (ecori.org)

 

Kebijakan Ridwan Kamil diapresasi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, mengatakan lembaganya sudah lama mengadvokasi agar penggunaan styrofoam untuk kemasan dilarang.

“Sebab styrofoam memang bukan jenis kemasan yang diperuntukkan untuk kemasan karena tidak food grade,” kata Tulus. “Dari sisi kesehatan, dampak styrofoam, terutama untuk makanan panas dan berlemak bisa memicu kanker.”

Tulus juga menilai dari sisi lingkungan, styrofoam sangat merusak lingkungan lantaran tidak bisa didaur ulang. “Dan tidak mempunyai nilai ekonomi apapun.”

Ridwan Kamil juga disarankan untuk membuat kebijakan itu secara keseluruhan dan melakukan pengawasan dari sisi hulu atau produksi.  “Dan distribusi juga harus diatur. Jangan hanya pihak restoran dan warung saja yang diawasi dan diberikan sanksi.”

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments