hero
Warga binaan Lapas Sorong tertangkap Polisi karena kasus begal (NET/Christo)

EDITOR : OCTOBRYAN

13 Oktober 2016, 19:05 WIB

SORONG, INDONESIA

Praktek kejahatan pungutan liar oknum Pegawai Negeri Sipil makin marak. Bila sebelumnya, Polisi menangkap PNS Kementerian Perhubungan atas kasus pungli pembuatan perizinan dokumen kapal dan Polisi Lalu Lintas Polda Metro Jaya atas pungli perpanjangan Surat Izin Mengemudi di enam titik pelayanan SIM Keliling.

Kali ini, kasus pungli terjadi di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Sorong, Papua. Pengakuan mengejutkan itu datang dari mulut Yohanes Utratan alias Milax, salah satu begal yang berhasil ditangkap petugas Polres Sorong, Papua Barat, Sabtu, 1 Oktober 2016 silam.

Warga binaan Lapas Sorong tertangkap Polisi karena kasus begal (NET/Christo)

Dia mengaku dapat keluar-masuk Lapas setelah membayar oknum sipir. “Keluar malam, nanti sore baru kembali. Jadi keluar dulu, pas masuk baru kasih uang Rp 500 ribu ke penjaga,” ujarnya.

Milax juga membeberkan, bukan hanya ia yang bebas keluar masuk dari Lapas, melainkan juga beberapa napi lainnya. Menurutnya, tarif yang dipatok oknum sipir juga bervariasi, yakni dari Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta. Tergantung status si narapidana.

Maksimum Rp 1 juta dipatok untuk narapidana kasus narkoba. Sedangkan kasus narapidana biasa seperti Milax, dipatok dengan harga minimum Rp 200 ribu hingga maksimum Rp 500 ribu.

BACA JUGA:
Polisi Tangkap Polisi Pungli SIM
Jokowi Bentuk Satgas Pemberantasan Pungli
Presiden Perintahkan Pecat Pegawai Pungli Kemenhub
Ini Modus Tiga Tersangka Pungli di Kemenhub

Milax sendiri adalah narapidana Lapas Sorong yang berhasil kabur pada Juli 2016 lalu. Ia berurusan dengan hukum dengan kasus sama yakni jambret atau begal. Ia dijatuhi hukuman 4 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Sorong.

Saat berada di penjara, ia mencari cara agar bisa keluar. Awalnya Milax menuruti perintah oknum sipir berinisil At yang meloloskannya dengan syarat ia kembali keesokan harinya dengan membawa uang.

“Kemudian yang kedua saya ijin keluar lagi, terus saya tidak kembali,” kata Milax tertunduk.

Narapidana di Lapas Sorong (NET/Christo)

Kapolres Sorong AKBP Edfrie Richard menduga praktek ini sudah berlangsung lama. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Lapas untuk menyelidiki keterlibatan oknum sipir yang terlibat.

"Kami sudah kontak Kalapas, silakan dia cek sendiri berapa banyak warga binaannya yang masih berada di luar Lapas," ujarnya di Mapolres Sorong.

Terkait hal itu, Kepala Lapas Sorong, Maliki mengaku akan mencari oknum sipir tersebut. Jika telah diketahui identitas oknum sipir itu, ia mengaku akan memberikan sanksi kepada oknum sipir yang telah mencoreng nama Lapas Sorong tersebut.

“Benar Milax itu memang napi kami yang kabur sekitar dua bulan lalu. Kalau memang ada keterlibatan anggota kami, kami akan bertindak tegas,” kata Maliki.

CHRISTO LILIEFNA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments