hero
Presiden Joko Widodo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan saat OTT Pungli di kantor Kemenhub (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

12 Oktober 2016, 22:10 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang pegawai negeri sipil di Kementerian Perhubungan sebagai tersangka kasus pungutan liar. 

Ketiganya adalah Endang Sudarmo yang merupakan ahli ukur Direktorat Pengukuran, Pendaftaran, dan Kebangsaan Kapal Kemenhub. Tersangka kedua adalah Kepala Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Kemenhub bernama Meizy, dan tersangka ketiga adalah petugas loket golongan IID bernama Abdu Rasyid.

"Ketiganya kita jadikan tersangka kasus pungutan liar di Kementerian Perhubungan," ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, di Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016.

Petugas melakukan tangkap tangan kasus pungli di kantor Kementerian Perhubungan (NET)

Sementara itu, untuk tiga orang sipil lainnya yang turut ditangkap masih berstatus saksi. Hal itu dikarenakan polisi akan berkoordinasi dengan kejaksaan apakah pungli termasuk kategori pemberian gratifikasi atau tidak. Sebab, kata Iriawan, tiga saksi itu mengklaim dipaksa pegawai Kemenhub membayar sejumlah suap perizinan yang mereka urus tuntas.

Petugas mendapati uang puluhan juta di salah satu ruangan Kemenhub (NET)

"Sementara tiga orang lainnya masih kita periksa sebagai saksi. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku diperas oleh PNS Kemenhub. Kita akan dalami pengakuan tersebut," tambahnya.

BACA JUGA:
Begini SMK Pelayaran Suap Pegawai Kemenhub
Operasi Tangkap Tangan Kemenhub Terkait Ijin Kapal
Presiden Perintahkan Pecat Pegawai Pungli Kemenhub
Jokowi Bentuk Satgas Pemberantasan Pungli

Ketiga tersangka pun dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a dan b, pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 11 dan atau pasal 12 huruf a dan b, atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Ruang lantai 6 Kemenhub diberi garis polisi (NET)

Dalam kasus tersebut, Penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri mengumpulkan barang bukti di lantai 6 dan lantai 12 Kementerian Perhubungan. Lantai 6 adalah Layanan Terpadu Satu Atap dan Lantai 12 adalah Perijinan.

Total barang bukti uang tunai yang disita penyidik dari kedua lokasi itu adalah Rp 95 juta. Masih ditambah uang dalam sejumlah rekening BCA, Bank Mandiri, dan BNI total lebih dari Rp 1 miliar.

Keenam orang yang ditangkap itu terdiri dari dua pegawai Kementerian Perhubungan, dua dari pihak swasta, satu orang calo, dan satu pegawai honorer di kementerian.

CHELZEA VERHOEVEN | RIZKI AKBAR

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments