hero
Siswa SMK pelayaran berbaris. (NET)

EDITOR : TITO SIANIPAR

12 Oktober 2016, 14:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Salah satu pemberi uang pelicin pengurusan buku pelaut di Kementerian Perhubungan mengakui perbuatan mereka. Uang diberikan sebagai bentuk terima kasih terhadap pegawai Kemenhub.

"Saya mewakili manajemen bertanggung jawab penuh. Kami siap memberi keterangan," kata Kepala SMK Santa Lusiana Untung Suparjo, di kantornya, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016.

Untung Suparjo. (NET/Nova)

Menurut Untung, pihaknya mengurus 35 buku pelaut untuk 35 orang alumni mereka. Masing-masing pengurusan buku dihargai Rp 100 ribu. Selain itu, mereka juga melebihkan Rp 1 juta. 

"Ada kelebihan Rp 1 juta, itu memang uang terima kasih," aku Untung. "Itu masih di bawah ambang kewajaran," tambah dia.

Buku pelaut adalah dokumen resmi negara yang dikeluarkan negara yang berisi identitas fisik pelaut. Di situ dicatat daftar perjalanan seorang pelaut keluar masuk pelabuhan. Namun buku pelaut bukanlah pengganti paspor.

Sejak April 2016 lalu, sejatinya pengurusan buku pelaut sudah bisa dilakukan secara online. Pembayaran biaya resmi Rp 100 ribu pun sejatinya sudah bisa dilakukan melalui perbankan, tanpa tatap muka langsung dengan petugas Kemenhub.

Lantai 6 Kemenhub. (NET)

SMK Santa Lusiana adalah salah satu nama yang tercatat memberi uang kepada staf Kementerian Perhubungan terkait pengurusan dokumen dan perijinan. Tim gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya juga mengantongi nama lainnya.

Dalam penggerebekan kemaren, Selasa, 11 Oktober 2016, polisi menangkap enam pelaku pungli. Mereka adalah AR, AD, D, M, T, dan N. Dua diantaranya adalah pejabat kepala seksi dan kepala sub seksi.

Polisi menyita uang tunai Rp 95 juta dari dua lantai tempat penggerebekan dilakukan. Lantai 6 tempat Layanan Terpadu Satu Atap didapati Rp 34 juta, dan di lantai 12 tempat perijinan dipergoki Rp 61 juta.

Menurut polisi, uang itu diberikan dalam rangka memperlancar pengurusan sejumlah dokumen. Selain buku pelaut, ada juga pengurusan dokumen pendaftaran kapal, balik nama kapal, ijin berlayar, dan lainnya.

Buku pelaut. (maritime world)

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menambahkan dalam mengurus ijin kapal saja, terdapat beberapa bagian yang juga kerap dibutuhkan uang pelicin. Misalnya mengukur panjang kapal, daya angkut dan berat atau tonase kapal, mengganti bendera kapal, dan lainnya.

INDRIA LITA APRIANTI | NOVA YULHENDRI

BACA JUGA:
Menanti Status Tersangka Enam Pelaku Pungli di Kemenhub
Polisi Tangkap 6 Orang di Penggerebekan Kemenhub
Operasi Tangkap Tangan Kemenhub Terkait Ijin Kapal
Presiden Perintahkan Pecat Pegawai Pungli Kemenhub

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments