hero
Bangunan di bantaran kali Krukut akan dibongkar petugas (NET\Okta)

EDITOR : OCTOBRYAN

12 Oktober 2016, 18:40 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Penanganan banjir di Kemang, Jakarta Selatan, dilakukan dengan normalisasi Kali Krukut. Normalisasi dimulai dengan membebaskan bangunan yang melebar hingga badan sungai.

Kali Krukut yang membentang sepanjang 84 kilometer dari Depok hingga Kanal Banjir Barat itu dulunya memiliki lebar yang mencapai 20 meter.

Namun, bantaran kali itu kini menjadi rebutan, mulai dari warga yang ingin mendirikan rumah petak hingga pengelola hotel mewah. Akibatnya, lebar Kali Krukut berkurang menjadi hanya 1,5 meter sampai 2 meter.

Jika lebarnya dikembalikan ke 20 meter, diperkirakan akan mengurangi potensi banjir di wilayah sepanjang Krukut hingga 90 persen.

Peta Kali Krukut (NET)

Dengan alasan itulah, belasan bangunan tidak bersertifikat yang berada di Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dibongkar petugas. Proyek itu juga memaksa tembok pembatas bangunan Hotel Pop Kemang yang berbatasan langsung dengan Kali Krukut harus dibongkar.

"Temboknya harus dibongkar untuk melebarkan aliran kali," ujar Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi di lokasi, Rabu, 12 Oktober 2016.

Tembok pembatas Hotel Pop dibongkar untuk normalisasi kali Krukut (NET\Okta) 

Di tempat terpisah, pihak Hotel Pop mengakui sejak awal pihaknya sudah mengetahui sebagian lahan hotel tidak sesuai peruntukannya. Pihak hotel sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi, pasca banjir yang melanda kawasan itu beberapa pekan lalu.

"Jadi dengan adanya banjir kemarin, kita sudah berkoordinasi dengan dinas terkait kemudian menanyakan solusinya. Terpaksa kita bongkar sendiri," ujar Richard, pengelola Hotel Pop.

Sejumlah bangunan di bantaran kali Krukut dibongkar petugas (NET\Okta)

Sementara itu, 4 kepala keluarga yang mengaku tidak memiliki sertifikat kepemilikan atas tanah sepakat untuk direlokasi ke rumah susun Marunda, Jakarta Utara.

BACA JUGA:
Waspada Curah Hujan Tinggi di Beberapa Daerah
Ahok Kebut Normalisasi Kali yang Tertunda
Kisah Kemang yang Tergenang
Kenapa Kemang Bisa Banjir?

Sebelumnya, petugas telah mendata 11 kelurahan di Jakarta Selatan yang dilewati Kali Krukut. Setidaknya terdapat 505 bangunan dengan rincian 33 bangunan di Bangka, 13 di Ciganjur, 12 di Cipedak, 26 di Cipete Selatan, 121 di Jagakarsa, 60 di Petogogan, 69 di Pondok Labu, 36 di Pulo, 4 di Kuningan Barat, 48 di Cilandak Timur, dan 83 di Pela Mampang.

Pemprov DKI Jakarta pun menargetkan sampai akhir tahun seluruh bangunan tersebut bisa dibongkar agar tidak menimbulkan banjir di wilayah Jakarta Selatan.

Badan Pertanahan Negara nantinya juga bekerja untuk menentukan bidang yang harus diganti maupun penghuninya harus dipindah ke rusun

Meski daerah resapan air, kawasan Jakarta Selatan juga daerah rawan banjir, kawasan paling parah terendam banjir adalah Kemang Selatan ketinggian air mencapai satu meter lebih. Akses menuju kawasan elite itu juga lumpuh.

OCTABARRY

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments