hero
Capres dari Partai Republik,Donald Trump (kiri) saat debat Capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton (kanan) pada debat pertama pemilu Amerika Serikat di New York. (REUTERS)

EDITOR : OCTOBRYAN

12 Oktober 2016, 05:30 WIB

AMERIKA SERIKAT

Tak ada jabat tangan antara dua calon presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton dan Donald Trump dalam mengawali debat kedua yang digelar di Washington University, St Louis, Missouri, Senin,10 Oktober 2016, waktu setempat.

Namun, suasana dingin itu berubah menjadi panas ketika kedua kandidat mulai menjawab pertanyaan dan mengomentari isu seperti rekaman video-audio pelecehan seks Trump, skandal email Clinton, Islamofobia, masalah Suriah, sistem jaminan kesehatan, isu pajak, isu lapangan kerja dan kebijakan perdagangan bebas.

"Saya memiliki banyak perbedaan dengan bekas kandidat partai Republik. Tapi saya tidak pernah mempertanyakan kelayakan mereka untuk mencalonkan diri," sindir Hillary tentang rekaman pembicaraan cabul Trump yang beredar Jumat pekan lalu.

Donald Trump dan Hillary Clinton dalam debat capres Amerika Serikat. (qz.com)

Trump yang merasa dipojokkan kemudian membela diri. Dirinya kemudian menyebut mantan presiden Bill Clinton yang juga suami dari Hillary punya sejumlah skandal memalukan dengan perempuan.

"Bill Clinton, suami anda lebih buruk. Kalau dia benar-benar melakukan tindakan yang melecehkan, sementara saya hanya mengucapkan kata-kata saja," ujar Trump seperti dikutip dari CNN.

Donald Trump dalam pengenalan calon presiden Amerika Serikat (Reuters)

Dengan santai Hillary menjawab, “Dia bisa mengatakan apa saja untuk menyelamatkan karirnya. Pastinya, dia banyak berbuat kesalahan dan tidak pernah meminta maaf kepada siapa pun yang disinggungnya.”

Debat panas antara kedua kandidat membuat penonton yang berada di ruangan tersebut riuh. Kedua moderator, Cooper Anderson dan Martha Raddatz terpaksa meminta hadirin untuk menahan diri.

Hillary Clinton dalam pengenalan calon presiden Amerika Serikat (APTN)

Trump lalu menyerang Hillary dengan skandal email. Hillary mengaku bertanggung jawab atas skandal tersebut tetapi masalah tersebut sudah selesai.

Hillary disebut menggunakan server surat elektronik pribadi selama menjabat sebagai menlu. Diduga email tersebut diretas dan membahayakan keamanan negara. Diduga juga 33.000 email telah dihapus.

Hillary mengatakan bahwa pria dengan temperamen seperti Trump tidak pantas menjadi Presiden AS. Trump membalas, "Kalau saya presiden, Anda akan dipenjara".

Trump juga menyebut Hillary penuh dengan kebencian dan berulang kali menyebut kebijakan dan program-program yang didukung Hillary seperti Obamacare, Diplomasi Suriah, dan perdagangan bebas, tidak masuk akal. Hillary menyebut Trump sebagai penyebar kebencian dan memecah belah AS.

Seperti dilansir Reuters, Trump sendiri tidak menjabarkan secara konkret, program yang akan dia lakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Contohnya, Trump mengatakan Obamacare adalah program yang menghambur-hamburkan uang negara. Solusi Trump atas masalah jaminan kesehatan warga negara AS adalah memperbanyak persaingan perusahaan asuransi.

Bagi Hillary, kebijakan Trump adalah langkah mundur karena kebijakan Obamacare dibuat untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi warga AS yang tidak dilindungi asuransi.

Terkait masalah pajak, Trump sesumbar akan menurunkan pajak di AS. Trump menuding Hillary tidak akan berani mengutak-atik isu pajak karena donor kampanye Hillary adalah wajib pajak yang tidak ingin pajak naik.

Hillary berbalik menyerang bahwa Trump tidak membayar pajak selama 18 tahun sebagaimana dilaporkan New York Times. Trump tidak pernah menyangkal laporan tersebut dan mengatakan laporan pajaknya masih diaudit.

BACA JUGA: Adu Mulut Warnai Debat Capres Amerika Serikat

Meski berlangsung sengit, debat capres Amerika Serikat ditutup dengan saling puji setelah seorang hadirin menanyakan kepada kedua kandidat tentang poin positif rival mereka.

Clinton yang menjawab pertama menyebut bahwa ia mengagumi anak-anak Trump, meski menyebut dia banyak tidak sepakat dengan Trump. 

Adapun Trump secara mengejutkan memuji Clinton. "Saya menerima pernyataan Clinton tentang anak-anak saya sebagai pujian. Karena mereka adalah anak-anak terbaik.”

Sementara Trump memuji Hillary sebagai figur yang pantang menyerah, "meski apa yang dia perjuangkan tidak sama dengan apa yang saya perjuangkan".

Debat ketiga dan terakhir akan dilakukan di Las Vegas pada 19 Oktober mendatang.

REUTERS | CNN | NEW YORK TIMES

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments