hero
Foto ilustrasi: Pixabay

EDITOR : FAJAR ANUGRAH PUTRA

11 Oktober 2016, 11:05 WIB

INDONESIA

Penelitian tentang penyakit stroke yang dipublikasikan pada jurnal Stroke di 2010 menemukan antara 1988 hingga 2004 terjadi serangan otak pada perempuan yang berusia 35 hingga 54 tahun sebanyak tiga kali lebih banyak. Bahkan, penelitian yang dipublikasikan di Neurology membuktikan adanya peningkatan stroke sekitar 54 persen terhadap orang dewasa yang berusia 20 hingga 45 tahun pada pertengahan 1990 hingga awal 2000. Dari data tersebut membuktikan bahwa mitos yang menyebutkan bahwa orang tua lebih berisiko terserang stroke menjadi terbantahkan.    

Lalu penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Neroulogy menunjukkan bahwa pada 1999 dan 2005 di Cincinnati, Amerika Serikat terjadi penurunan stroke pada orang yang berusia 69 hingga 71 tahun. Namun ada peningkatan 13-19 persen pada orang yang berusia 20 hingga 54 tahun.

Andrew Russman, DO, seorang ahli saraf dan spesialis perawatan stroke di Cleveland Clinic tidak sependapat dengan data penelitian di atas. Ia berujar, memang beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan stroke pada usia muda, tetapi buktinya kurang. Sebenarnya insiden stroke mengalami penurunan secara keseluruhan, mungkin ini disebabkan adanya sosialisasi untuk lebih mengenali ‘apa itu serangan stroke’ pada usia muda. 

Lalu bagaimana stroke bisa terjadi pada usia muda?

Menurut S. Ausim Azizi, MD, pimpinan jurusan Neurology dan dosen Neurology Temple University Medical School di Philadelphia, “Dibandingkan stroke pada usia lanjut, stroke di usia muda adalah penyakit yang berbeda,” jelasnya. Infeksi, trauma gangguan jantung, dehidrasi sickle cell disease bisa menjadi penyebab paling umum stroke pada usia muda.   

Menurunnya supply darah ke otak menjadi penyebab utama stroke. Stroke iskemik umumnya menjadi penyebab yang sering terjadi, yaitu karena adanya pembekuan darah di dalam jantung atau pembuluh darah.  

Migrain, pil KB, kehamilan dan merokok juga ditengarai sebagai penyebab stroke usia muda. Menurut penelitiian di Prancis, perubahan hormon yang terjadi pada usia muda, terutama hormon yang membuat seseorang tinggi, dapat meningkatkan risiko dua hingga lima kali.

The Collaborative Group for the Study of Stroke in Young Women mengemukakan bahwa pil KB dapat meningkatkan risiko jika diminum oleh perempuan yang memiliki darah tinggi atau migrain, apalagi jika perempuan tersebut perokok berat.  

Ada beberapa gejala stroke yang mudah diperhatikan dan biasanya disebut dengan FAST:

F:  Face (wajah), caranya dengan menundukkan wajah kamu lalu tersenyum. Jika kamu tidak bisa mengangkat kedua sisi mulut atau menyengir, maka mungkin ada sesuatu yang salah.

A: Arm (lengan), cobalah untuk mengangkat lengan. Jika salah satu tangan kamu jatuh tak berdaya ke bawah, maka kamu mesti waspada.

S: Speech (bicara), cobalah untuk berbicara dengan mengucapkan kalimat mudah. Jika terdapat keanehan dalam pelafalan kata, seperti mendadak cadel, maka kamu harus segera menganalisis gejala lainnya.

T: Time (waktu), Jika kamu mengalami semau gejala di atas, maka segera pergi ke dokter!

Bagaimana cara mencegah stroke pada usia muda?

Kelebihan berat badan adalah salah satu penyebab yang mesti dihindari. Badan gemuk, gendut atau melar dapat memicu kolestrol tinggi, diabetes, hingga darah tinggi. Memang penyakit tersebut juga bisa diturunkan karena faktor keturunan. Namun, karena sering dan banyak menyantap makanan dan minuman tidak sehat seperti yang mengandung banyak gula, lemak jenuh dan banyak garam akan memperbesar risikonya sampai dua kali lipat.

Nah, ada beberapa cara untuk mencegah kamu terserang stroke di usia muda:  

Olahraga yang teratur untuk kesehatan tubuh dan menjaga berat badan yang stabil. Olahraga rutin selama 30-45 menit setiap hari sangat berefek positif untuk pembakaran kalori, menyehatkan jantung dan membantu menurunkan berat tubuh. 

Makan makanan rendah lemak, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, gandum utuh dan kacang-kacangan rebus. 

Rutin cek tekanan darah sehingga kamu tahu harus melakukan apa jika tekanan darah menjadi tinggi. Cek juga tingkat kolesterol kamu.

Menghindari rokok, narkoba, dan alkohol.

Rajin-rajin konsultasi ke dokter.

Banyak berpikir positif dan mensyukuri semua yang kamu punya, salah satunya dengan tidak melihat kepunyaan orang lain.


HELLO HEALTH | STROKE.ORG

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments