hero
Suasana rumah duka Maulwi Saelan (NET/Tri)

EDITOR : REZA ADITYA

11 Oktober 2016, 11:30 WIB

INDONESIA

Maulwi Saelan, mantan ajudan Presiden Soekarno, menghembuskan nafas terakhir di usia 90 tahun. Maulwi meninggal Senin kemarin pada pukul 18.30 di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

"Tidak ada riwayat sakit panjang, memang karena usianya 90 tahun dan organ sudah lemah," kata Asha Saelan, putra keenam Maulwi, Senin, 10 Oktober 2016 malam.

Maulwi meninggalkan enam anak, 14 cucu dan lima cicit. Asha mengatakan tiga hari setelah merayakan ulang tahunnya ke-90, ayahnya itu kondisi kesehatannya langsung menurun. Padahal, pada perayaan ulang tahunnya 8 Agustus kemarin, Maulwi masih segar bugar.

"Sempat kami rawat di rumah sakit Pondok Indah, kemudian kami bawa pulang dan terakhir di ruang ICU RS Pertamina," kata Asha.

Maulwi Saelan (mengenakan baret) sebelah kanan Presiden Sukarno dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Korea Utara (Historia)

 

Maulwi tak hanya meninggalkan anak cucunya, dia pun mewariskan kenangan berupa sejarah awal kemerdekaan bangsa ini. Sepak terjang Maulwi pun terbilang mumpuni.

Maulwi lahir di Makassar, 8 Agustus 1926. Dia merupakan salah satu tokoh sepak bola dan pejuang kemerdekaan Indonesia, serta pendiri sekolah Taman Siswa di Makassar. Di militer, pangkat terakhirnya kolonel CPM dan menjadi wakil komandan resimen Tjakrawibawa, kini pasukan pengawal presiden (Paspampres). Inilah yang membuat Maulwi dekat dengan Soekarno.

Di sepak bola, nama Mauli sempat tersohor. Dia penjaga gawang terbaik saat Olimpiade Melbourne 1956. Saat itu, timnas Indonesia berhadapan dengan Uni Soviet di perempat final Olimpiade. Mauli terkenal lantaran berhasil mempertahankan gawang Indonesia dari serangan Uni Soviet.

(ANRI)

 

Dia kemudian  terpilih sebagai ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia pada 1964, menggantikan Abdul Wahab Djojohadikoesoemo. Tiga tahun kemudian posisi Maulwi digantikan Kosasih Purwanegara.

Hari ini, jenazah Maulwi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. 

TRI ISWANTO 

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments