hero

EDITOR : OCTOBRYAN

11 Oktober 2016, 00:15 WIB

SAMPANG, INDONESIA

Tebing penambangan pasir dan batu di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur mengalami longsor. Akibatnya, tiga warga penambang tewas tertimbun reruntuhan tebing setinggi 30 meter.

Muhammad Hasan, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, ketiga korban tertimbun tanah longsor saat mengeruk galian C menggunakan alat berat bekho.

Saat mereka bekerja, kondisi di sekitar lokasi kejadian memang sedang turun hujan sangat deras, sehingga pekerja tidak menyadari jika tanah mulai ambruk. Curah hujan tinggi ini sudah terjadi tiga hari belakangan di sekitar wilayah Jawa Timur.

"Kejadian itu berlangsung saat hujan. Batuan jadi basah dan menyebabkan longsor," ujarnya, Senin, 10 Oktober 2016.

Tiga warga tewas tertimbun reruntuhan batu di Sampang Jawa Timur (NET\Didik

Proses evakuasi terhadap Maidin, 60 tahun, Narum, 35 tahun, dan Edi, 30 tahun, membutuhkan waktu lama, karena korban tertimbun alat berat dan truk pengangkut tanah pada kedalaman sekitar 25 meter. Setelah tiga jam menggali, petugas menemukan ketiganya sudah tidak bernyawa. Ketiganya pun dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bangkalan untuk diotopsi.

Warga berkerumun di lokasi kejadian(NET\Didik)

Sementara itu, Kepolisian Resort Sampang menghimbau warga sekitar untuk tidak melakukan aktifitas pertambangan di lokasi. Petugas juga akan menutup tambang galian C yang sudah dipakai warga selama puluhan tahun tersebut.

"Kita tutup total lokasi penambangannya. Memang keadaan tambangnya sudah membahayakan," ujar Kepala Bagian Operasi Polres Sampang AKBP Syaiful Anam di lokasi. 

Warga evakuasi jasad korban longsor Sampang (NET\Didik)

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Williem Rampangilie menghimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kesiagaan. Untuk menekan korban jiwa, pihaknya juga akan melakukan sistem deteksi dini bagi wilayah rawan bencana.

"Dalam rangka antisipasi, kita upayakan untuk memperkuat sistem pencegahan dini, sehingga warga mempunyai cukup waktu untuk evakuasi," ujarnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 60 juta warga Indonesia tinggal di daerah rawan banjir dan 40 juta warga lainnya di kawasan rawan longsor. "Ini yang jadi prioritas untuk diselamatkan," tambahnya. 

JULI SUSANTO | DIDIK SETIA BUDI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments