hero
Surat Al Maidah. (NET)

EDITOR : TITO SIANIPAR

10 Oktober 2016, 18:15 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Polemik pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih berbuntut panjang. Adu atau saling lapor antar dua kubu yang berseberangan terjadi di Polda Metro Jaya.

Yang terbaru adalah pelaporan balik dari pihak Buni Yani terhadap Ketua Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) Muannas Alaidid. Turut juga dilaporkan anggota Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Guntur Romli.

"Kami dari Himpunan Advokat Muda Indonesia mendampingi klien kami Buni Yani melaporkan dua orang yang melakukan pencemaran nama baik melalui media elektronik," kata kuasa hukum Buni, Aldwin Rahardian di Polda Metro Jaya, Senin, 10 Oktober 2016.

Surat bukti laporan ke Polda Metro Jaya. (NET/Octa)

Pada Jumat, 7 Oktober 2016 lalu, Kotak Adja melaporkan akun facebook milik Buni Yani karena dinilai membohongi publik. Mereka menilai video pidato ahok yang dipotong Buni membuat penafsiran lain atas apa yang diomongkan Ahok.

Buni dilaporkan karena dinilai menimbulkan kebencian atas dasar suku, ras, dan agama. Para advokat Kotak Adja menilai Buni sengaja menyebarkan propaganda guna memecah belah dan mengadu domba antar umat beragama.

Akibat dilaporkan itu, pihak Buni melawan dan melaporkan mereka balik. "Kami melaporkan karena klien kami disebut sebagai provokator dan menyebar isu SARA. Itu tidak benar," kata Aldwin.

BACA JUGA:
Ahok 'Digigit Harimau'
Dianggap Menghina Al-Quran, Ahok: Itu Rasis Bodoh
Pengunggah Video Ahok Sebut Postingannya untuk Kritik Pemerintah
"Ahok Menciderai Umat Muslim"

Menurut Aldwin, apa yang disampaikan Buni di akun facebooknya adalah bentuk kritis akademisi terhadap pemerintahannya. "Klien kami tidak mengedit videonya. Di situ nyata-nyata ada hal yang tidak benar yang dikatakan oleh Ahok," ujarnya.

Buni yang juga ikut melapor ke Polda Metro Jaya mengatakan dirinya bukanlah pendukung salah satu calon gubernur yang ada. "Emangnya saya bodoh mau masuk penjara karena memfitnah?" ujar Buni.

Pengajar di London School of Public Relation ini juga mengaku mendapat teror dari orang tak dikenal karena kritiknya untuk tafsiran Ahok terhadap surat Al Maidah itu. "Dia menelpon ke kantor lalu memaki-maki dan meneror saya," ujarnya.

Akibat teror itu, Buni memutuskan untuk mengundurkan diri dari London School karena tak ingin kampusnya terbawa. "Karena saya mencintai kantor saya," kata pria berkaca mata kelahiran 16 Mei 1969 ini.

Buni Yani didampingi pengacaranya. (NET)

Aksi saling lapor ini adalah buntut penafsiran Ahok terhadap ayat 51 Al Maidah yang disampaikan di depan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu. Ahok sendiri sudah menyampaikan permohonan maaf atas insiden itu.

Ahok sendiri juga turut dilaporkan oleh beberapa organ kemasyarakatan yang keberatan atas tafsiran itu. Yakni Advokat Cinta Tanah Air pada 6 Oktober 2016 ke Bareskrim Polri dan Pemuda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya pada 7 Oktober 2016.

OCTA BARRY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments