hero
Mantan Ketua DPRD Jawa Timur Wisnu Wardhana ditahan Kejati Jatim lantaran terlibat penjualan aset negara.(NET/Yudha)

EDITOR : OCTOBRYAN

7 Oktober 2016, 01:05 WIB

KOTA SURABAYA, INDONESIA

Setelah sepuluh jam menjalani pemeriksaan, Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya Whisnu Wardhana akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), oleh penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Wisnu yang sekarang menjabat Ketua Dewan Perwakilan Cabang Partai Hanura Surabaya ini langsung ditahan di Rumah tahanan Kelas I Surabaya Medaeng, Waru, Sidoarjo.

Proses penahanan Wisnu sempat berlangsung alot. Pasalnya, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Wisnu menolak menandatangani berkas berita acara pemeriksaan yang diajukan penyidik kepada dirinya. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, Kejati Jatim pun memanggil kepolisian untuk membawa Wisnu turun dari lantai dua pemeriksaan. 

Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya Wisnu Wardana ditahan Kejati jatim. (NET\Yudha)

Wisnu akhirnya dibawa paksa oleh petugas ke mobil tahanan sekitar pukul 20.00 WIB. Dia dibawa tanpa memakai rompi tahanan. Tubuhnya masih terbalut jas dan berdasi. Dua anak laki-lakinya yang berada di depan coba menutupi wajah ayahnya dari sorotan kamera. Mereka juga mendorong-dorong awak media.

Wisnu sendiri tetap bersikukuh tidak bersalah terkait penjualan aset PT PWU. "Saya mau ajukan praperadilan, saya tidak bersalah. Kewenangan penjualan aset itu adalah direksi," ujarnya saat menuju mobil tahanan Kejati Jatim, Kamis, 6 Oktober 2016.

Sementara untuk kasus ini, penyidik kejaksaan sudah memeriksa sekitar 25 saksi, dan baru menetapkan satu tersangka yakni Wisnu Wardhana. Penyidik akan terus mendalami diantaranya pada 17 Oktober mendatang akan memanggil mantan Direktur utama PT PWU Dahlan Iskan untuk diperiksa sebagai saksi.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dandeni herdiana. (NET/Yudha)

Bahkan, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dandeni herdiana sudah mengajukan surat cekal kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk Dahlan Iskan karena dua kali mangkir panggilan dengan alasan bepergian keluar negeri. Namun, Maruli tidak menjawab secara tegas apakah status Dahlan Iskdfgan akan dinaikkan menjadi tersangka atas kasus tersebut.

"Kita ajukan cekal ya, sebelumnya kita sudah panggil dua kali tapi tidak datang. Sampai saat ini baru satu tersangka," ujarnya.

Untuk diketahui, kasus aset PWU mulai diusut Kejati Jatim pada 2015 lalu. Wisnu dibidik karena pada saat menjabat sebagai Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU pada Tahun 2003, ia diduga melakukan penjualan 33 aset milik badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur berupa tanah dan bangunan di Kediri dan Tulungagung tanpa melalui prosedur.

YUDHA WARDANA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments