hero
Jamaah haji yang hendak pulang ke tanah air (NET Citizen Journalist)

EDITOR : REZA ADITYA

6 Oktober 2016, 12:00 WIB

INDONESIA

Tiga jamaah haji asal Gresik, Jawa Timur, ditahan otoritas Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi. Tiga jamaah itu kedapatan membawa duit tunai senilai miliaran rupiah dalam koper mereka saat hendak balik ke tanah air.

"Peraturan di sini, apabila membawa uang lebih dari 60 ribu riyal itu tidak boleh," kata Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam, Kamis, 6 Oktober 2016. "Kalau membawa uang di bawah jumlah yang ditentukan boleh."

Ketiga jemaah itu ditahan setelah diketahui membawa beberapa jenis mata uang, dollar AS, euro, dan Riyal. Jika ditotal, nominal duit yang mererka bawa melebihi ketentuan pihak imigrasi Arab Saudi yaitu sebanyak 60.000 riyal.

Otoritas bandara setempat mengetahui ketiga orang itu membawa duit setelah melewati pemeriksaan sinar x pada Senin kemarin. Akibatnya, ketiga jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang 39 Dembarkasi Surabaya (SUB 39) itu sempat ditahan petugas.

Haji pembawa miliaran Rupiah, Rochmat Kanapi (NET Citizen Journalist)

 

Ketiga jamaah itu adalah Ansharul Adhim Abdullah, 47 tahun; Sri Wahyuni Rahayu, 36 tahun, yang juga merupakan istri Ansharul Adhim Abdullah dan Rochmat Kanapi Podo, 58 tahun. Ketiganya berasal dari daerah yang sama di Gresik.

Rincian uang yang dibawa ketiganya terdiri dari 50.000 dollar AS, 378.000 euro, dan 17.000 riyal Arab Saudi atau setara dengan Rp 6.235.971.394. 

Ansharul, menitipkan duit sebanyak 348.000 euro dan 17.000 kepada istrinya. Kemudian dia menitipkan uang sebanyak 50.000 dollar AS dan 10.000 euro kepada Rochmat Kanapi, dan sisanya dibawa sendiri.

Dalam pemeriksaan, Rochmat Kanapi mengatakan uang tersebut rencananya untuk sumbangan kegiatan di tanah air. Mulai dari kegiatan di panti asuhan dan pembangunan masjid. Adapun pemberi uang itu, kata dia, berasal dari donatur asal Arab Saudi.

"Sebelum saya pulang dua atau tiga hari itu dimintain tolong membawa pulang ke Indonesia," kata Rochmat. "Nanti setelah itu pulang di Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, saya minta, katanya uangnya untuk anak yatim dan masjid, tapi kok tahu-tahu seperti itu."

Beruntung ketiganya Selasa malam waktu setempat dibebaskan oleh otoritas bandara Pangeran Mohammad. "Ini bisa menjadi catatan  penting buat seluruh jemaah haji yang akan pulang ke Indonesia," kata Nurul.

NET CJ (NURUL BADRUTTAMAM)

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments