hero
Driver tuntut manajemen Go-jek lakukan perbaikan sistem penilaian (go-jek.com)

EDITOR : OCTOBRYAN

5 Oktober 2016, 01:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pertemuan antara pengemudi dan manajemen perusahaan penyedia aplikasi jasa transportasi Gojek, yang berlangsung di gedung Biro Operasional Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat pada hari ini, tidak membuahkan hasil.

Chief Executive Officer (CEO) Gojek Nadiem Makarim mengatakan tuntutan pengemudi agar manajemen mengubah sistem penilaian performa yang memuat sejumlah syarat mendapatkan bonus, akan ditentukan dalam waktu dua pekan mendatang.

"Dua minggu ke depan saya akan menganalisa lagi kebijakan ini dan saya akan berkumpul dengan driver untuk bisa menjelaskan alasan dari kebijakan tersebut," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Oktober 2016.

Demo Driver Gojek di Kemang, Jakarta Selatan (NET)

Nadiem mengungkapkan, setelah sistem performa diterapkan, maka angka driver yang mendapatkan bonus harian akan naik 19 persen. Selain itu, bonus harian yang diterima driver juga akan naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 67 ribu sesudah sistem diterapkan.

Ia pun membantah bahwa kebijakan itu telah membuat pendapatan yang diperolah para pengemudi Gojek mengalami penurunan.

"Sebenarnya aplikasi baru ini memudahkan driver mendapatkan penumpang. Itu kita inovasi dari komplain penumpang. Driver pun mengerti pada saat kami jelaskan," tambahnya.

Driver Gojek tolak sistem penilaian baru (NET)

Sementara itu, Rusdi Haryanto mengaku masih menunggu respon Nadiem meski mediasi yang difasilitasi Polda Metro Jaya berjalan dengan baik. Menurutnya, ini itikad baik dari perusahaan terkait aspirasi para drivernya.

"Tuntutan sudah kami sampaikan, kami berterima kasih atas itikad baik Pak Nadiem dan kami akan menunggu selama dua minggu," ucap Rusdi.

Rusdi menyatakan, tidak ada janji-janji yang disampaikan PT Gojek Indonesia terhadap drivernya. Namun dirinya cukup lega karena tuntutannya telah diterima dengan baik oleh perusahaan.

Driver Gojek tolak sistem penilaian baru (NET)

Ditempat yang sama, Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Suntana, mengapresiasi langkah yang telah ditempuh pengemudi dan manajemen Gojek.

Menurutnya, manajemen Gojek berjanji akan mencari solusi yang juga menguntungkan pengemudinya.

"Jadi saling menguntungkan dan saling ketergantungan nanti akan diputuskan dengan bagus dan kedua belah pihak," katanya.

Lebih dari itu, ia meminta kepada pengemudi Gojek tetap bekerja dan melayani masyarakat dengan baik. Pengemudi pun diharapkan tidak terprovokasi oleh pihak yang coba mencari keuntungan dari perbedaan pemahaman yang terjadi saat ini.

BACA JUGA: Dirugikan Aplikasi, Ratusan Ribu Pengemudi GoJek Unjuk Rasa

Sebelumnya, para driver Gojek menolak sistem penilaian performa yang diterapkan. Sistem yang dimaksud adalah ketentuan yang mereka harus penuhi untuk mencapai bonus.

Normalnya untuk mendapatkan bonus sebesar Rp140 ribu, pengemudi perlu mengumpulkan 14 poin dalam sehari. Poin tersebut diperoleh dari banyaknya order yang berhasil dipenuhi seorang pengemudi.

Untuk pesanan berjarak di bawah 5 kilometer, pengemudi akan mendapatkan satu poin. Pada jarak 5-10 kilometer, poin yang diperoleh 1,5 poin. Terakhir pada jarak di atas 10 km pengemudi dapat 2 poin.

Namun yang menjadi masalah bagi pengemudi adalah penilaian performa. Bonus yang seharusnya diterima tak akan turun apabila mereka tak mencapai performa 50 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding sistem penilaian yang ada sebelumnya.

ERYKA HAPPY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments