hero

EDITOR : OCTOBRYAN

4 Oktober 2016, 20:30 WIB

INDONESIA

Majelis Ulama Indonesia akhirnya mengeluarkan fatwa terhadap ajaran Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ketua MUI KH Ma'ruf Amin menyatakan berdasarkan kajian dan investigasi internal bersama MUI Probolinggo, pihaknya menilai ajaran tersebut sesat.

"Secara umum bisa disimpulkan bahwa Dimas Kanjeng melakukan tindak kesesatan dari segi kaidah," ujarnya di kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2016.

Hal ini, menurut Rais Aam PBNU ini, karena Dimas Taat Pribadi menyampaikan ajaran bahwa dirinya menampilkan diri sebagai tokoh 'Kun fa Yakun' dan memberikan amalan-amalan ayat Alquran diluar Syariah ISlam. "Dia menisbahkan dirinya dengan lambang bersifat Tuhan," tambahnya.

Foto poster Dimas Kanjeng bersama Kyai dan Ulama. (NET\Atho) 

Selain mengeluarkan fatwa, MUI juga menunjukkan sejumlah barang bukti yang digunakan Dimas Kanjeng dalam ajarannya seperti ATM gaib, buku amaliah berisi wirid, serta minyak gaib yang digunakan untuk meyakinkan pengikutnya bahwa ia memiliki kekuatan gaib.

Polda Sulawesi Selatan temukan uang dan emas palsu dari Dimas Kanjeng. (NET\Atho)

MUI pun meminta kepada pemerintah dan kepolisian mengusut tuntas aksi kriminalitas yang ada di dalamnya. Sekaligus mendesak dibongkarnya jaringan penipuan berkedok penyimpangan ajaran Islam seperti ini di berbagai wilayah Indonesia.

"Kita minta pemerintah membongkar organisasinya. Dia punya sistem rapi yang bisa memperdaya umat," tambahnya.

BACA JUGA:
Polisi Beri 'Gelar' Tambahan Kanjeng Dimas Taat Pribadi
Antropolog: Fenomena Dimas Kanjeng Cermin Budaya Instan Masyarakat Indonesia
Siapa Dimas Kanjeng Taat Pribadi?
Pengikut Dimas Kanjeng: Saya Cari Makrifat!

Salah satu aduan korban Dimas Kanjeng datang dari Muhammad Nur Najmul anak kandung dari seorang pengusaha ternama di Sulawasi Selatan, almarhumah Najamiah. Dirinya melaporkan kerugian hingga Rp 200 miliar uang ibunya yang sudah disetorkan ke Dimas Kanjeng. Namun uang hasil penggandaan senilai Rp 2 triliun tak kunjung ada seperti yang dijanjikan hingga ibundanya meninggal baru-baru ini.

Polisi sita emas palsu dari Dimas Kanjeng (NET\Atho)

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Anton Charlian mengatakan setelah mendapatkan laporan, pihaknya kemudian membongkar 9 peti berisi emas batangan yang dikirim Dimas Kanjeng setelah mendapatkan uang dari korban.

"Setelah kami bongkar, batangan emas tersebut diragukan keasliannya," ujarnya.

Polisi juga akan memeriksa keterangan korban lain Dimas Kanjeng yang diperkirakan mencapai ribuan orang di Sulawesi Selatan. Sementara barang bukti dan emas palsu seberat 500 kilogram disita polisi sebagai barang bukti.

ANDRI PRASETYO | NASRUDDIN ZAELANY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments