hero
Wakil Presiden Jusuf Kalla (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

1 Oktober 2016, 01:00 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Kritikan masyarakat terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membesuk mantan ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi karena terlibat kasus dugaan suap impor gula di rumah tahanan Guntur, Jakarta selatan, Kamis, 29 September kemarin. Jusuf Kalla tak ingin hal itu menjadi polemik dan menganggap Irman Gusman sebagai sahabat baik.

Dalam pertemuan terbuka yang berlangsung sekitar 30 menit itu, JK mengaku mendengarkan penjelasan dari Irman seputar kasus yang disangkakan oleh KPK terhadap dirinya.

"Bersahabat itu tidak hanya dalam keadaan senang saja. Saya tanyakan kondisi kesehatannya," ujarnya di Istana Wakil Presiden, Jumat, 30 Septenber 2016. 

Irman Gusman ditangkap KPK setelah menerima uang Rp 100 Juta dari CV Semesta Berjaya. (NET)

Dirinya mengatakan, penjelasan yang disampaikan oleh Irman sama seperti penjelasan kepala Bulog terkait mahalnya gula di Padang, Sumatra Barat yang mencapai sekitar Rp 16 ribu. Karena itu, ia mencari solusi untuk menurunkan tingginya harga gula yakni dengan menambah pasokan.

"Sebagaimana juga beliau sampaikan kepada Bulog mengenai mahalnya harga gula di Sumbar. Kemudian, bagaimana menurunkannya?, ya supply. Kalo saya dapat begitu, saya tanyakan juga ke Bulog. Bahwa ada permainan di belakangnya, saya tidak tahu," tambahnya.

Baca Juga: Besuk Tahanan KPK, Ada Apa antara Wapres JK dan Irman Gusman?

Menurutnya, penting untuk aparat penegak hukum, seperti KPK, mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sebab, benar atau salah adalah bagian hakim untuk mengadili.

Namun, JK berpesan pada Irman untuk menjalani proses hukum dengan baik. Sebagaimana, pesan yang diakuinya selalu disampaikan kepada rekan atau sahabat pejabat negara yang terjerat dalam kasus hukum.

"Kita harus juga memberikan semangat tentu dengan asas praduga tak bersalah. Kita tunggu pengadilan nanti," tambahnya.

KPK sebelumnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap rekomendasi penambahan kuota impor gula wilayah Sumatera Barat pada 2016 yang diberikan Bulog kepada CV Semesta Berjaya. Ketiganya, yakni Ketua DPD RI, Irman Gusman; Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto; dan istri Xaveriandy, Memi‎.

Irman diduga menerima suap Rp 100 juta dari Xaveriandy dan Memi sebagai hadiah atas rekomendasi penambahan kuota impor gula untuk CV Semesta Berjaya tersebut.

Irman selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sementara Xaveriandy dan Memi sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

BAYU WICAKSONO

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments